KEDOPOK, Radar Bromo - Kondisi jalan di Kota Probolinggo benar-benar butuh perhatian. Banyak jalan rusak. sedangkan, anggaran yang disediakan Pemkot Probolinggo minim. Karena itu, hanya bisa dilakukan dengan cara tambal sulam.
Pemkot juga berusaha menghemat anggaran. Salah satunya menggarap pengerjaan perbaikan jalan dengan sistem swakelola.
Dengan keterbatasan alat dan personel, tambal sulam jalan dilakukan secara bertahap. Melihat skala prioritas. Perbaikan sejumlah ruas jalan digarap sejak awal 2025. Sejauh ini belum rampung.
Seperti Jalan Brantas, Jalan Slamet Riyadi, dan Jalan Mastrip. Selasa (25/2), pekerja menggarap Jalan Sunan Ampel. Sama dengan jalan lainnya, jalan di sekitar SMPN 4 Kota Probolinggo ini hanya ditambal sulam.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi Jalan Sunan Ampel dengan panjang sekitar 3,5 kilometer banyak berlubang dan retak. Karena itu, perbaikannya diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama.
“Dengan anggaran yang ada, kami maksimalkan swakelola pemeliharan jalan dengan perbaikan tambal sulam,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Gigih Ardityawan Pratama.
Tambal sulam Jalan Sunan Ampel ini digarap sejak Sabtu (22/2). Perbaikannya diperkirakan butuh waktu dua pekan lebih. Karena hampir seluruh ruas jalan ini butuh penanganan. Namun, karena keterbatasan anggaran, hanya bisa dengan tambal sulam.
“Kekuatan tonase Jalan Sunan Ampel sebenarnya 20 ton. Perlu ada peningkatan aspal jalan. Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan total Jalan Sunan Ampel ini, diperkirakan Rp 17 miliar,” katanya.
Soal lambatnya penanganan jalan rusak, Gigih mengatakan, pihaknya sudah mengebut pengerjaannya. Namun, karena keterbatasan anggaran, alat, dan personel, pekerjaan harus melihat prioritas.
Selain itu, cuaca yang kerap hujan juga sangat menghambat. Karena, jika mendung, perbaikan jalan tidak dapat dilanjutkan. Jika dilanjutkan hasilnya tidak akan maksimal. Apalagi sampai langsung terkena hujan, bisa rusak kembali.
“Kami sudah kebut. Fokus perbaikan jalan dengan melihat prioritas. Selesai Jalan Brantas, kami perbaikan priotas jalan mana gitu. Sekarang Jalan Sunan Ampel yang rusaknya lumayan banyak dan panjang,” katanya. (mas/rud)
Ajukan Penggunaan Hadiah Rp 40 Miliar
BIDANG Bina Marga Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo mendapatkan hadiah Rp 40 miliar dari Kementerian PU. Namun, program pembangunan jalan dengan angagran Rp 40 miliar itu baru akan diajukan ke Kementerian PU, pada April 2025.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Gigih Ardityawan Pratama mengatakan, hadiah dari Kementerian PU tahun kemarin akan direalisasikan tahun ini.
Pemkot tetap akan mendapatkan hadiah Rp 40 miliar dalam bentuk program pembangunan jalan daerah.
“Insyaallah untuk hadiah dari Kementerian PU, dalam award Bidang Bina Marga tahun 2024, tetap terealiasi tahun ini. Diperkirakan, April besok akan diajukan ke Kementerian, terkait program pembangunan jalan daerah di Kota Probolinggo,” katanya, Selasa (25/2).
Gigih mengungkapkan, infrastruktur jalan di Kota Probolinggo, banyak yang butuh penangaan. Mulai dari Jalan Panglima Sudirman, Jalan K.H. Mansyur, Jalan Suroyo, Jalan Brantas, Jalan Mastrip, Jalan Cokroaminoto, dan Jalan Sunan Ampel. Namun, terkait ruas jalan yang harus masuk prioritas diajukan ke Kementerian PU menggunakan hadiah Rp 40 miliar, ia mengaku tetap akan menunggu arahan dan petunjuk Wali Kota.
“Sambil menunggu petunjuk dari Kementerian PU, kami juga menyiapkan perencanaan jalan-jalan yang butuh penanganan,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando