DRINGU, Radar Bromo– Banjir dua desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo yang terjadi Sabtu (22/2), membuat 201 rumah warga terendam. Lima rumah di antaranya kondisinya paling parah.
Berdasarkan asesmen BPBD Kabupaten Probolinggo, kondisi lima rumah itu beragam. Ada yang terendam lumpur tebal hingga membuat perabotan rumah rusak.
Ada juga yang bangunan rumahnya jebol akibat tak kuat menahan derasnya air sungai.
Tiga dari lima rumah itu ada di Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem. Sedangkan dua rumah yang lain ada di Dusun Gandean, Desa Dringu.
Penanggung Jawab Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo Aries Setiawan menjelaskan, lima rumah tersebut lokasinya memang paling dekat dengan sungai Kedunggaleng. Sehingga, terkena dampak paling parah.
“Dari data kami, lima rumah itu yang terparah kondisinya. Sebab posisinya dekat dengan sungai,” katanya.
Lima rumah itu diantaranya milik Sampir dan Erna di Dusun Gandean, Desa Dringu. Serta di Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem adalah rumah milik Agus Santoso, Agung Sulistiyono dan Wahyu Agus Sugiarto.
Bagian belakang rumah Sampir yang terbuat dari gedek, jebol imbas banjir. Memang, bagian rumahnya langsung berbatasan dengan sungai.
Lalu rumah Erna dipenuhi lumpur dengan ketebalan sekitar 10 sentimeter. Begitupun dengan rumah Wahyu Agus.
Sedangkan rumah Agung Sulistiyono, dinding samping rumahnya jebol. Dinding tersebut terbuat dari triplek jenis kalsibot. Selain itu, pagar tembok rumah Agus Santoso ambrol.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen. Kerja bakti memperbaiki titik-titik tanggul yang jebol akibat banjir juga dilakukan di tiga titik. Tanggul itu merupakan tanggul darurat yang sengaja dibuat warga untuk mengantisipasi banjir.
“Hari ini kami lakukan asesmen detil dengan dinas terkait. Ada Dinas Perkim, Dinas PUPR dan UPT PSDA Provinsi Jatim,” katanya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi