Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Awal Ramadan, Muhammadiyah Sabtu, PC NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

Arif Mashudi • Selasa, 25 Februari 2025 | 17:10 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

KANIGARAN, Radar Bromo- Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Probolinggo memastikan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu (1/3). Sedangkan, Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo memilih menunggu penetapan Pemerintah RI.

Pemerintah masih akan menggelar sidang isbat penetapan awal 1 Ramadan, Jumat (28/2).

Ketua PD Muhammadiyah Kota Probolinggo Muhammad Dawam Ihsan mengatakan, sesuai penetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, awal puasa 1 Ramadan 1446 Hijriah dimulai Sabtu, 1 Maret 2025.

Artinya, warga Muhammadiyah bisa mulai melaksanakan sahur sejak 1 Maret dini hari dan mengakhirinya sebelum terbit fajar.

“Untuk 1 Syawal 1446 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah tetapkan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Kami di Kota Probolinggo juga mengikuti penetapan itu. Karena penetapan Pimpinan Pusat itu berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia,” katanya, Senin (24/2).

Dawam menambahkan, penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal, sesuai Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah. Keputusan ini ditetapkan berdasarkan kriteria Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Sementara itu, PCNU Kota Probolinggo belum menetapkan awal Ramadan jatuh tanggal berapa. Rois Syuriah PCNU Kota Probolinggo K.H. Abdul Wahid mengatakan, PCNU tetap mengikuti hasil sidang isbat Pemerintah RI.

Kementerian Agama (Kemenag) RI masih akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025. Sidang ini akan menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam di Indonesia.

“Dalam menentukan awal Ramadan, NU menggunakan metode rukyatul hilal bil fi'li. Yaitu, mengamati hilal secara langsung sebelum menetapkan awal Hijriah. Karena itu, kami (NU) akan menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah untuk menetapkan tanggal 1 Ramadan 2025. Jika hilal terlihat sesuai kriteria yang ditetapkan, maka awal puasa akan disesuaikan dengan hasil pengamatan tersebut,” jelasnya. (mas/rud)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#ramadhan #muhammadiyah #nu #probolinggo