PAITON, Radar Bromo - Batu besar yang jatuh ke jalur pantura Paiton Probolinggo di kawasan PLTU Paiton Probolinggo diduga kuat dari proyek tol Probolinggo Banyuwangi (Probowangi). Batu itu diduga terempas akibat getaran saat pemecahan batu proyek tol Probowangi.
Peristiwa batu jatuh sebesar mobil avanza pada Sabtu (22/2) lalu itu menjadi atensi jajaran Polres Probolinggo.
Pasalnya lokasi tersebut berada areal objek vital PLTU. Lokasinya tepat disisi sebelah selatan PLTU ruas jalan pantura Desa Binor.
Batu longsor dari atas bukit kemudian menggelinding ke utara menutup sebagian ruas jalan pantura.
Pelaksana paket 3 proyek tol probowangi Sugeng mengatakan, insiden tersebut terjadi saat pekerja sedang melakukan kegiatan pemecahan batu atau breaker.
Pasalnya, bukit yang menjadi area pengerjaan didapati batuan yang harus dipecah.
Diduga akibat getaran alat pemecah batu tersebut, batu yang sebelumnya berada dalam tanah kemudian longsor.
“Di atas (bukit, Red) ada kegiatan pemecahan batu. Lokasinya di 29 STA Wika. Kemungkinan besar jatuhnya karena getaran, posisi batu berada di semak-semak,” katanya.
Setelah mendapatkan laporan bahwa batu besar longsor kegiatan pengerjaan pemecahan batu langsung dihentikan.
Penghentian pengerjaan ini dilakukan selama 4 sampai 5 hari kedepan.
Penghentian sementara ini juga dilakukan sambil menunggu proteksi pengaman tambahan di jalur pantura telah siap.
“Agar kejadian serupa tidak terulang, penambahan pagar pengamanan di jalur pantura akan kami lakukan. Kemudian juga akan kami tambah tenaga pengawas di sekitar proyek untuk mengawasi alat yang bekerja di lokasi,” tuturnya.
Diketahui, arus lalu lintas di jalur pantura kawasan PLTU Paiton Probolinggo, Sabtu siang (22/2) sempat terganggu. Itu setelah sebuah batu besar seukuran mobil nggelundung dari puncak bukit sisi selatan PLTU, Desa Binor, Kecamatan Paiton.
Lokasi batu jatuh itu di sekitaran proyek tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) paket 3.
Di kawasan bukit Binor, saat ini memang tengah dilakukan pengerjaan paket 3 tol Probowangi.
Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan insiden batu besar longsor menunjukkan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan yang memperhatikan keamanan pekerja proyek sangatlah penting.
Begitu juga keamanan bagi pengguna jalan sangatlah penting. Karena itulah para pengendara harus berhati-hati, menjaga jarak aman, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat melewati area proyek tol probowangi.
Pembangunan tol probowangi sendiri merupakan upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan mobilitas antar wilayah di Provinsi Jawa Timur.
Jika sudah selesai tol probowangi akan menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Probolinggo. Akses antar wilayah pun menjadi lebih lancar.
“Atas insiden tersebut kami koordinasikan dengan pihak proyek pembangunan Tol Probowangi. Mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang. Sehingga tidak membahayakan pekerja maupun pengguna jalan,” bebernya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi