DRINGU, Radar Bromo-Banjir kiriman kembali menerjang sejumlah kawasan Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (22/2) sore hingga malam.
Hujan deras di wilayah Sumber, Kuripan dan Bantaran membuat denit sungai Kedunggaleng penuh hingga meluap masuk ke rumah-rumah warga. Ada dua desa terdampak. Yakni Desa Kedungdalem serta Desa Dringu.
Informasi yang dihimpun, banjir datang sekitar pukul 18.36. Saat itu, ketinggian air di Dam Kaliamas di Desa Kalirejo mencapai ketinggian 210 sentimeter.
Bahkan, ketinggian air sungai sudah melampaui jembatan jembatan di dua desa itu. Air naik hingga ke perumahan warga dan jalanan.
Akses jalan sempat terhambat. Sebab, air mencapai setinggi betis. Akses jalan juga susah dilewati sebab banyak lumpur yang dibawa banjir itu hingga sampai ke jalanan.
Penanggung Jawab Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo Aris Setiawan menjelaskan, pihaknya sudah memantau debit air kedunggaleng akan naik. Sebab, daerah kawasan atas sudah hujan deras.
“Kami pantau terus karena daerah Sumber, Kuripan dan Bantaran hujan deras dari siang. Jadi, memang sudah wanti-wanti air akan naik,” katanya.
Tak semua rumah warga kemasukan air. Hanya beberapa rumah yang bersebelahan langsung dengan sungai Atau rumah-rumah warga yang fondasinya rendah. Rumah warga yang kemasukan air, tinggi banjir sekitar 30 sentimeter.
Salah satu warga yang rumahnya kemasukan air adalah Supardi, 48, warga Dusun Siwalan, Kedungdalem, Dringu mengatakan, air masuk dari belakang rumahnya yang dekat dengan sungai. Tingginya mencapai sekitar 30 sentimeter atau diatas mata kaki.
“Plengsengan yang di belakang rumah itu ambrol. Jadi, air masuk ke rumah dari belakang padahal sudah saya kasih sekat,” katanya.
Supardi memiliki mertua yang sedang sakit stroke. Beruntung air tak terlalu tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi mertuanya itu tak perlu dievakuasi atau mengungsi.
“Saya suruh tidur dan tidak boleh kepikiran, karena airnya masih pendek, alhamdulillah,” terangnya.
Pada banjir kali ini, tak ada warga yang dievakuasi atau harus mengungsi. Kebanyakan warga yang berdiam di tempat yang tak terkena banjir dan dekat dengan jalan.
Setelah air mulai surut, warga kembali ke rumah untuk bersih-bersih rumah dan mengepel.
PR baru bagi warga yang rumahnya kemasukan air. Sebab, harus menguras air di dalam rumah dan membersihkan lumpur-lumpur yang dibawa banjir.
Beruntung debit air di dam berangsur menurun. Sekitar pukul 19.00, tinggi air sungai sudah turun menjadi 190 sentimeter. Air terus turun sampai sekitar pukul 21.00 tinggi air sungai sudah mulai normal. (mg/mie)
Editor : Muhammad Fahmi