Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bobol Pagar, Maling Gondol Motor Beat Milik Warga Dringu-Probolinggo, Diduga Gunakan Mesin Ini

Inayah Maharani • Minggu, 23 Februari 2025 | 03:30 WIB
KEMALINGAN: Sumi, warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menjelaskan posisi gerbang rumahnya yang dibobol maling, Sabtu (22/2).
KEMALINGAN: Sumi, warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menjelaskan posisi gerbang rumahnya yang dibobol maling, Sabtu (22/2).

DRINGU, Radar Bromo- Kawanan maling motor masih terus mengancam warga Kabupaten Probolinggo. Sabtu (22/2), mereka beraksi di Dusun Kedungbajul, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Menggondol Honda Beat.

Motor putih biru bernopol N 6527 QW itu milik Sumi, 58. Korban mengetahui motornya raib dari garasi rumahnya, sekitar pukul 04.45. Padahal, kala itu korban sudah terbangun dari tidurnya.

Maling beraksi ketika korban ke kamar mandi. “Saya biasa bangun pagi dan melakukan pekerjaan rumah dari Subuh. Karena tadi weekend saya masih santai-santai,” katanya.

Awalnya, Sumi menduga anaknya yang memakai motornya untuk berangkat kerja. Namun, saat dicek di kamar, anaknya masih pulas. Korban kaget dan menyadari ada maling yang masuk rumahnya, sebab kondisi pagar sudah terbuka.

“Sepertinya karena bunyi mesin airnya berisik, jadi saya tidak dengar ada orang buka pagar,” katanya.

Sumi menduga pelaku membobol gerbang rumahnya menggunakan bor listrik. Sebab, kunci gemboknya masih dalam keadaan aman. “Ini gemboknya berbeda dengan yang lain, jadi susah dibuka. Tapi, ternyata malingnya pakai bor, jadi tidak perlu buka gembok,” kata Sumi.

Kejadian ini menggemparkan seisi rumah. Tetangga korban juga berdatangan. Begitujuga dengan perangkat desa. Anggota Polsek Dringu, juga merapat ke lokasi kejadian.

Namun, hingga sore korban mengaku belum mau melapor. Alasannya, sudah mengikhlaskan sepeda motor tersebut. “Disuruh datang ke kantor sama bapak polisinya untuk membuat laporan. Tapi, saya belum ke sana, kata suami mending disuruh ikhlaskan,” katanya.

Padahal, selama ini sepeda motor tersebut dipakai sang anak untuk berangkat ke sekolah. Atas kejadian ini, sang anak jadi tak memiliki kendaraan untuk berangkat sekolah.

“Sementara bisa bonceng temannya dulu, tidak apa mungkin memang bukan rezekinya,” ujarnya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Honda beat #Gondol #maling #curanmor #probolinggo