MAYANGAN, Radar Bromo- Kasus pengeroyokan terhadap tiga remaja di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus bergulir. Bahkan, ibu salah seorang korban, MH, memastikan telah melaporkan kasus ini ke Polres Probolinggo Kota, Senin (17/2).
Ibu korban MH yang berinisial DS mengaku, sejatinya menginginkan kasus ini selesai secara kekeluargaan. Namun, atas beberapa pertimbangan, akhirnya memilih melayangkan surat laporan ke kepolisian.
“Saat ini saya laporan dulu, agar timbul efek jera,” katanya.
Dari ketiga orang tua korban, memang hanya ibu MH yang sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Katanya, dari tiga korban, anaknya yang mengalami luka cukup banyak. Seperti di pelipis, wajah, tangan, betis, dan paha.
Sedangkan, dua rekannya berhasil kabur. MH mengaku tak bisa kabur karena terkepung. Korban mengaku kala itu dikeroyok oleh lebih dari 10 orang.
“Anak saya terkepung tidak bisa lari. Kalau dua temannya masih bisa lari,” jelasnya.
Dari jumlah pelaku yang lebih dari 10 orang, baru lima orang yang diamankan di Mapolres Probolinggo Kota, Senin (17/2).
“Ketika saya sampai di Polres, ternyata lima anak (pelaku) tersebut sudah ada di sana,” terang DS.
Sedangkan, MH mengaku tidak mengenal pelaku. Dari total pelaku lebih dari 10 orang, ia hanya mengetahui satu orang. Berinisial SF. Ia merupakan pelajar kelas XI di sebuah SMK.
“Hanya satu orang yang saya tahu. Saya tahu dia dari teman, cuma saya tidak kenal. Hanya tahu orangnya saja,” katanya.
Setelah kejadian, kata MH, hanya keluarga SF yang ke rumahnya dan meminta maaf atas perbuatan anaknya. Keluarga SF juga yang membiayai pengobatan korban.
“Kalau keluarga pelaku lain tidak ada. Saya juga tidak tahu mereka sebetulnya,” katanya.
Diketahui, tiga remaja warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi korban kejahatan. Sabtu (15/2) tengah malam, mereka menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda di Jalan Basuki Rahmad, Kota Probolinggo. Gara-garanya, jaket geng motor. Tiga remaja itu masing-masing berinisial MH, 15; Ab, 16; dan Ft.
Kini, kasusnya ditangani Polres Probolinggo. Namun, terkait hasil penyelidikan, belum diperoleh keterangan dari Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin. Sampai berita ini ditulis, belum berhasil dikonfirmasi. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando