PROBOLINGGO, Radar Bromo- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di Kota Probolinggo. Namun, belum semua sekolah yang disasar.
Pada tahap awal, baru ada 15 sekolah mulai tingkat KB, SD hingga SMK yang mulai menerapkannya. Program itu melibatkan sekolah negeri dan swasta.
Lalu apa menu MBG di Kota Probolinggo? Jawa Pos Radar Bromo ikut memantau program MBG di SDN Tisnonegaran 3 Kanigaran.
Setiap anak mendapatkan boks makanan. Dalam setiap paket itu, anak-anak mendapatkan menu yang sama.
Menunya terdiri atas nasi, lauk ayam goreng dengan bumbu tepung, sayur kacang panjang dengan irisan tempe dipotong dadu, serta sepotong buah semangka.
Kepala SDN Tisnonegaran 3 Nafiah menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program MBG ini.
Ia mengatakan, program ini akan dijalankan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat menikmati makanan yang diberikan. Mereka lahap makan bersama teman-temannya. Hanya saja, beberapa siswa berharap ada tambahan sambal dalam menunya karena mereka menyukai sambal,” ujar Nafiah.
Selain itu, ke depan harapannya sendok bisa disertakan dalam kotak makan. “Saat ini, sendok dan minum masih harus disediakan sendiri oleh murid,” tambahnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Dinkes PPKB Kota Probolinggo Triana Nawangsari menjelaskan, sekolah di Kecamatan Kanigaran memang dipilih sebagai percontohan. Selanjutnya, MBG ini akan diperluas.
“Menu MBG sudah memenuhi standar gizi seimbang. Ini adalah salah satu langkah konkret pemerintah dalam mencegah stunting,” kata Triana.
Ia juga berharap, program ini bisa membantu anak-anak agar terbiasa makan makanan sehat. Terutama sayuran.
“Harapan kami, anak-anak yang awalnya tidak suka sayur bisa belajar menikmatinya. Karena sering kali anak-anak tidak suka sayur,” tambahnya.
Namun, dalam menu MBG kali ini, tidak tampak adanya susu. Menurut Triana, susu kemasan tidak direkomendasikan dalam program ini.
Sebab, susu kemasan telah mengalami banyak proses pengolahan dan memiliki kandungan gula yang harus diperhatikan.
“Kami lebih merekomendasikan susu murni yang lebih sehat dan alami untuk anak,” jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi