DRINGU, Radar Bromo - Pintu pagar gudang bawang merah milik Nemo, 45, di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sempat digondol maling. Minggu (16/2), sekitar pukul 13.00, pagar seberat sekitar 300 kilogram itu raib.
Atas kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 12 juta. Syukur, pagar sepanjang 6 meter dengan tinggi sekitar 2 meter itu masih bisa ditemukan. Sudah masuk gudang besi tua di Kota Probolinggo.
Salah seorang karyawan gudang, Abdullah menjelaskan, saat itu tengah ada pemadaman listrik. Karena tidak ada yang bisa dikerjakan di gudang, para karyawan pulang. Rupanya, kondisi ini dimanfaatkan maling.
“Pemadaman dari pukul 09.00,” ujarnya.
Sekitar pukul 13.30, Abdullah balik ke gudang. Saat itulah, dia kaget mendapati pagar gudang raib. Ia pun langsung menghubungi pemilik gudang, Nemo, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Abdullah juga langsung menyusuri sejumlah gudang rongsokan atau besi tua, memburu pagarnya. Akhirnya, pagar bercat cokelat itu ditemukan di gudang besi tua di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, sekitar pukul 16.00.
“Saya langsung keliling ke tempat barang rongsokan karena saya pikir pasti dijual ke sana,” katanya.
Pemilik gudang juga langsung melaporkannya ke Polsek Dringu. Kepolisian sudah meminta keterangan korban dan pemilik usaha besi tua tempat maling menjual barang curiannya.
Kapolsek Dringu Iptu Anshori mengatakan, pemilik usaha besi tua mengaku tak mengetahui barang tersebut barang curian.
“Kata pembelinya, dia tidak tahu kalau itu barang curian. Katanya, ada yang nelpon mau menjual barang, terus anak buahnya yang akan mengirimkan,” katanya.
Korban juga enggan melaporkan kasus ini secara tertulis. Ia hanya meminta pendampingan polisi untuk membawa barangnya kembali.
“Cuma minta ditemani ngambil barangnya. Tidak ada laporan resmi, jadi tidak dilanjut penyelidikannya,” jelasnya.
Atas kejadian ini, kata Anshori, juragan rongsokan itu mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 600 ribu. Padahal, harga asli pagar besi itu pembuatannya mencapai belasan juta rupiah.
“Orangnya (juragan besi tua) juga sudah ikhlas karena ditipu,” ujarnya. (mg/rud)
Editor : Fahreza Nuraga