SUKAPURA, Radar Bromo–Seorang warga ditemukan pingsan akibat kedinginan atau hipotermia di kawasan Gunung Bromo. Insiden itu terjadi Senin pagi (10/2). Lansia berusia 80 tahun ditemukan tergolek lemas di kawasan Gunung Batok kawasan taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS).
Warga itu diketahui bernama Kartuti, warga Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Korban ditemukan warga sekitar dalam kondisi terbaring lemas di rerumputan, di sekitar pegunungan Batok. Masuk Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara menjelaskan, warga yang menemukan korban lantas melaporkan kejadian itu ke petugas TNBTS.
Saat itu juga, petugas datang ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sukapura untuk mendapat pertolongan.
“Korban ditemukan tergeletak dalam kondisi pingsan. Sehingga petugas langsung membawa korban ke UGD Puskesmas Sukapura,” katanya.
Korban sendiri diduga linglung lantaran usianya yang sudah manula. Sehingga, dia berjalan tak tahu arah dari rumahnya di Tosari sampai ke Cemorolawang.
Beruntung keluarga korban langsung datang ke Puskesmas. Menurut keterangan keluarga pada petugas, korban memang sudah lama meninggalkan rumah. Enam hari lamanya, korban tidak diketahui keberadaannya.
“Wanita tersebut diketahui keluar dari rumah dan tidak pulang selama enam hari,” lanjut Hendra.
Namun Hendra mengaku belum mengetahui bagaimana korban bisa sampai ke Cemorolawang.
Hendra juga memastikan bahwa korban bukan termasuk pengunjung atau wisatawan.
“Kami tidak tahu korban lewat mana, sebab bukan pengunjung. Namun, korban sudah bertemu dengan salah satu anaknya yang berdomisili di Cemorolawang,” pungkasnya.
Di sisi lain, petugas Polsek Sukapura yang mendapat laporan dari TNBTS juga langsung mendatangi Puskesmas Sukapura. Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala mengatakan, korban sudah dibawa pulang keluarganya di hari yang sama dengan kondisi sudah stabil.
Menurutnya, korban mengalami hipotermia akibat cuaca dingin di kawasan TNBTS. Hingga akhirnya lemas dan pingsan. Terlebih baju yang dikenakan korban saat itu juga tipis.
“Sekitar pukul sebelas siang pada hari itu juga, keluarganya datang. Korban langsung dibawa pulang. Kondisinya juga sudah stabil,” terangnya.
Sementara itu, pihak TNBTS meminta wisatawan mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Selain berkabut dan dingin, kawasan menuju objek wisata TNBTS saat ini rawan longsor.
Longsor bahkan beberapa kali terjadi di tiga jalur menuju kawasan TNBTS. Baik dari arah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.
Sehingga, menyebabkan akses jalan menuju wisata Bromo sempat lumpuh selama beberapa jam.
Di arah Kabupaten Probolinggo misalnya, sebagian jalur menuju wisata Bromo tertutup longsor, Senin (3/2). Longsor terjadi di Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Sukapura.
Longsor kembali terjadi seminggu kemudian atau Senin (10/2) sore. Longsor terjadi di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Pada hari yang sama, bencana longsor juga terjadi di Blok Ledoksarah. Sehingga akses jalan dari Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan sempat lumpuh.
Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara mengimbau agar wisatawan yang hendak menuju kawan wisata Bromo untuk selalu berhati-hati. Sebab, cuaca sedang ekstrem.
“Kami imbau pengunjung berhati-hati. Mengingat cuaca di kawasan Bromo dan sekitarnya berkabut. Intensitas hujan sangat tinggi, sehingga berpotensi longsor di beberapa titik,” jelasnya.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Probolinggo menjelaskan, cuaca ekstrim ini diperkirakan berlangsung sampai bulan Maret-April. Sedangkan puncaknya terjadi di bulan Februari ini.
“Cuaca ekstrim menurut BMKG diperkirakan terjadi hingga Maret-April. Tapi semoga hingga bulan Maret saja,” jelas Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.
Imbauan senada disampaikan Oemar. Dia meminta warga yang tinggal di daerah dataran tinggi, terutama pegunungan untuk selalu awas. Termasuk para pengunjung atau wisatawan yang hendak ke wisata Bromo harus selalu berhati-hati.
“Paling penting kami sampaikan untuk masyarakat agar selalu awas, terutama daerah atas. Kenali tanda-tanda longsor,” jelasnya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi