MAYANGAN, Radar Bromo-Si jago merah mengamuk di kawasan padat penduduk Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Rumah pasangan suami-istri (pasutri) Anis dan Toli, pun ludes terbakar. Diduga, kebakaran terjadi karena sang pemilik rumah lupa matikan kompor.
Insiden ini kali pertama diketahui oleh Ketua RT 02/RW 14, Kelurahan Mangungharjo, Sukardi, 49.
Kala itu, ia tengah membuat kandang burung di teras rumahnya di depan rumah korban.
“Tiba-tiba saya mendengar suara kaca pecah. Ketika menoleh ke arah rumah Bu Anis, saya melihat api sudah menyala di lantai dua,” ujarnya.
Menyadari potensi bahaya, Sukardi segera berteriak meminta bantuan warga sekitar. Kala itu, rumah korban sedang kosong.
“Bu Anis pergi ke rumah saudaranya di Mayangan, sekitar 10 menit sebelum kejadian. Suaminya, Pak Toli bekerja sebagai sopir ekspedisi. Anaknya masih di sekolah,” ujar Ketua RW 14, Abdul Rohim, 47.
Melihat api semakin membesar dan asap hitam mengepul, warga bergegas mendobrak pintu rumah korban untuk mengecek sumber api.
Rupanya, kebakaran bersumber dari kompor di lantai dua.
“Sepertinya ada yang dimasak, tapi ditinggal. Kami tidak tahu apa yang dimasak, tapi diduga itu penyebab kebakaran,” ujarnya.
Warga berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan dan air. Namun, si jago merah terus berkobar dan sulit dikendalikan.
“Kami akhirnya menghubungi pemadam kebakaran. Untungnya mereka cepat datang,” jelas Rohim.
Komandan Regu 4 Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Surahman Arif mengatakan, bahwa api diduga berasal dari kompor di lantai dua.
Di lantai itu terdapat dua kamar tidur dan ruang tamu. “Seluruh isi ruangan hangus terbakar. Pemadaman berjalan cukup lancar, meski kami sedikit terkendala akses jalan yang sempit,” terangnya.
Damkar turun membawa tiga unit mobil pemadam berkapasitas 3.000, 5.000, dan 10.000 liter. Api berhasil dipadamkan dalam waktu 1,5 jam dan situasi dinyatakan kondusif pada pukul 14.00. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi