USAI ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo terpilih, Dokter Aminuddin dan Ina Buchori mulai tancap gas. Diantaranya merancang program 100 hari kerja Amanah.
Berikut beberapa bocoran program 100 hari kerja itu saat Dokter Aminuddin ngobrol santai bareng Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti. Keduanya bertemu, sesaat setelah penetapan wali kota-wawali terpilih oleh KPU setempat.
Kebersihan dan Keindahan Kota
Tata Kota Probolinggo jadi salah satu fokus perhatian Dokter Aminuddin. Dalam program 100 hari kerja Amanah, kebersihan dan keindahan kota bakal jadi salah satu prioritas.
Dokter Amin mengaku, ia telah bertemu dengan lurah-lurah. Dari situ, ia menggagas ada program Satu RW Satu Motor Roda 3 untuk mengangkut sampah.
“Agar alur pembuangan sampah bisa lebih cepat dan tak ada lagi sampah menumpuk,” ujar Dokter Amin.
Bagaimana anggarannya? Soal itu, Dokter Amin mengaku tak ambil pusing. Pemkot bakal menggandeng semua elemen. Termasuk investor di kota manga.
“(Investor) bisa bantu lewat program CSR-nya. Jangan beri berupa uang, tapi bisa langsung wujud kendaraannya,” bebernya.
Sementara soal wajah kota, beberapa pembangunan untuk mempercantik kota juga bakal digalakkan.
Diantaranya pembangunan trotoar-trotoar. Diakui Aminuddin, saat ini kondisi sejumlah trotoar di kota banyak yang rusak. Tak hanya itu sejumlah fasilitas umum juga perlu dibenahi.
Optimalkan Inovasi OPD
Saat ini, Aminuddin-Ina telah roadshow ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dari situ, ia mengetahui bahwa masih banyak OPD yang potensinya bisa digali lagi.
Di masing-masing OPD dijelaskan, ada gerakan perubahan peningkatan pelayanan. Dalam 100 hari kerja, sejumlah OPD pun bakal melaunching sejumlah terobosan baru.
“Di Dinas Perizinan saya tanya IMB (izin mendirikan bangunan) awalnya 2 hari. Saya tanya sehari bisa gak? Bisa. Kalau satu jam? Mikir dulu, bisa. Saya tantang lagi 15 menit? Ternyata bisa lho. Itu nanti akan dimodel seperti drive thru begitu,” bebernya.
Hal serupa juga terjadi di OPD lain. Sejumlah terobosan telah disiapkan.
Genjot PAD
Bisa dibilang masa awal kepemimpinan Amanah bakal berjalan tak mudah. Sebab, pemerintah pusat tengah menggiatkan efisiensi. Lantaran itu, Aminuddin pun menyebut peningkatan PAD bisa jadi solusi.
Peningkatan itu bisa dilakukan dengan memperbanyak event yang terapkan manajemen fiskal. Seperti, Semipro. Kedepannya diharapkan kedepan dikemas dengan lebih baik. “Untuk Semipro kedepan akan dibuat tematik. Ini yang sekarang masih terus digali,” terangnya.
Selain itu juga melibatkan lebih banyak elemen warga kota. “Misalnya buat gerakan big sale begitu. Selama pagelaran Semipro ada big sale mobil bekas dan sejenisnya. Ini akan lebih menarik dan melibatkan warga kota,” terangnya.
Tak hanya itu, beberapa potensi sarana umum juga bakal digenjot untuk mendongkrak PAD. Misalnya, stadion dan GOR yang direncanakan bakal dibentuk UPTD sendiri untuk mengurusinya.
Selain itu, kerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan PAD bakal ditingkatkan. Salah satunya, membuat paket wisata yang bekerja sama dengan Kabupaten Probolinggo.
UMKM
Disebutkan Aminuddin, UMKM adalah salah satu roda penggerak ekonomi kota. Keberadaannya cukup vital. Pemberdayaan UMKM pun jadi prioritas.
Saat ini, produk-produk UMKM di kota sejatinya tak kalah. Namun, potensinya masih belum dimaksimalkan. Branding juga masih kurang.
Lantaran itu, UMKM bakal disupport dan pembinaan. Seperti digitalisasi marketing dan pengemasannya.
Tak hanya itu, ASN juga diminta untuk beberlanja di UMKM. Tiap kantor OPD juga diminta memberi tempat display untuk UMKM. (mie)
Editor : Abdul Wahid