GENDING, Radar Bromo–Arus lalu lintas Jalan Raya Curah Sawo, Kabupaten Probolinggo sempat tersendat. Itu setelah dua kendaraan besar berjenis truk tronton bertabrakan, tepat di kelokan jalur pantura Pantai Bentar, masuk Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.
Kecelakaan itu terjadi Jumat (07/2), sekitar pukul 13.00. Saat itu, sebuah truk tronton warna hijau Karya Marga bernopol N 9208 UR melaju dari barat ke timur.
Sampai di depan objek wisata Pantai Bentar, sopir truk Jawahir, 52, diduga hilang konsentrasi.
Lelaki asal Rembang, Jawa Tengah itu mengemudikan tronton terlalu ke kanan. Ditambah kondisi jalan yang sedikit menikung, membuat kendaraan yang mengangkut micin itu masuk ke jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, truk tronton tanpa muatan nopol B 9909 NM melaju dari arah timur ke barat. Mendekati Pantai Bentar, tronton warna merah putih ini berbelok.
Tanpa bisa dihindari, kedua tronton bertabrakan. Adu moncong. Tabrakan dua kendaraan besar itu menyebabkan bodi depan masing-maisng kendaraan ringsek parah.
Sopir dua kendaraan itupun mengalami luka-luka. Keduanya langsung dilarikan ke RS Wonolangan Dringu oleh warga sekitar.
“Keduanya (sopir) Alhamdulillah hanya mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan. Dugaan kuat, sopir truk warna hijau kehilangan konsetrasi,” terang Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP A. Effan Sulaiman.
Namun, sampai berita ini ditulis identitas sopir tronton warna merah putih belum diketahui. “Masih kami cari tahu identitasnya, akan kami kunjungi ke rumah sakit,” jelasnya.
Effan pun mengingatkan agar para supir truk berhenti dan beristirahat setelah perjalanan selama empat jam. Tujuannya agar supir tak kelelahan dan kehilangan kurang konsentrasi yang bisa menyebabkan kecelakaan.
“Kami selalu mengingatkan untuk para sopir agar berhenti dulu dan beristirahat sejenak setelah menyetir empat jam,” katanya.
Sementara itu, proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan dilakukan petugas hari itu juga.
Selama evakuasi, jalur kecelakaan ditutup dari arah barat. Adapun kendaraan yang melintas diarahkan melewati jalan khusus wisatawan di depan Pantai Bentar. Sedangkan pengguna jalan dari timur diarahkan menggunakan jalur kiri.
Beruntung, kendaraan yang melintas di depan Pantai Bentar kemarin tidak terlalu padat. Sehingga, tak menimbulkan kemacetan parah.
Kanit Gakkum Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, penutupan dilakukan sementara sampai evakuasi selesai dan jalanan dibersihkan. Sebab, banyak tumpahan oli.
“Setelah ini tumpahan oli dibersihkan, tapi menunggu proses evakuasi selesai,” terang Aditya.
Rencananya, dua kendaraanitu akan diderek ke Rupbasan di Jalan Anggrek, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Namun, evakuasi diperkirakan butuh waktu. Mengingat, bobot kendaraan. “Ini masih akan kami evakuasi ke Rupbasan,” lanjutnya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi