Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Main Bareng, Dua Balita Saudara Sepupu asal Tongas Probolinggo Tenggelam, Begini Kronologinya

radar bromo • Sabtu, 8 Februari 2025 | 01:34 WIB
PASANG POLICE LINE: Petugas dan warga saat melakukan olah TKP di lokasi dua balita saudara sepupu tenggelam di Tongas Kulon, Tongas, Kabupaten Probolinggo.
PASANG POLICE LINE: Petugas dan warga saat melakukan olah TKP di lokasi dua balita saudara sepupu tenggelam di Tongas Kulon, Tongas, Kabupaten Probolinggo.

TONGAS, Radar Bromo-Aktivitas dua balita asal Dusun Krajan, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ini main di sekitar sungai berujung tragedi. Keduanya ditemukan tenggelam di Sungai Klumprit, Kamis malam (6/2).

Nyawa kedua balita malang itu pun tak bisa diselamatkan. Dua balita bernasib nahas tersebut adalah Far yang berusia 1 tahun 8 bulan dan Fan yang baru berusia 3 tahun. Keduanya masih memiliki hubungan keluarga yakni masih sepupuan.

Sebelum ditemukan tenggelam, awalnya keduanya tampak bermain di sekitar rumah mereka.

Kebetulan rumah mereka memang berdekatan dengan Sungai Klumprit.

Saat itu, sungai yang dalamnya sekitar tiga meter, sedang meluap karena baru saja turun hujan. Arus di sungai juga deras.

Berselang tiga puluh menit kemudian, diduga mereka berdua hilang dari jangkauan orang tua.

Lantas orang tua Far yang berinisial Ind, tersadar bahwa anaknya sudah tak berada di sekitar depan rumahnya. Ind langsung bergegas mencari ke rumah tetangganya pada pukul 15.30.

“Biasanya anak-anak main di belakang rumah dekat sungai,” kata Muji sang tetangga kepada orang tua Far.

Tak menunggu lama, tetangga sekitar bersama Ind langsung bergegas menuju sungai yang jaraknya hanya sekitar 20 meter dari rumah kedua korban.

Betapa terkejutnya para warga saat menemukan korban Far sudah mengapung di Sungai Klumprit itu.

Warga lantas mengevakuasi korban. Awalnya mereka mengira korban masih bisa diselamatkan, sehingga langsung membawanya ke RSUD Tongas.

Kanit Reskrim Polsek Tongas Aipda Anang Farid menjelaskan, korban Far sempat diberi pertolongan pertama dengan cara mengeluarkan air dari mulut korban.

“Diberi pertolongan pertama dan di mulutnya keluar air. Kemudian, korban dibawa ke RSUD Tongas,” katanya.

Tak lama berselang, warga juga menerima kabar bahwa bukan hanya Far saja yang hilang. Tapi juga Fan, yang tak ada di rumahnya.

Orang tua Fan juga panik karena mereka berdua terbiasa bermain bersama. Warga curiga jika Fan juga ikut tenggelam.

Dugaan warga benar. Tak berselang lama, Fan juga ditemukan dalam posisi tenggelam tak jauh dari titik saat korban Far ditemukan. Kira-kira hanya berjarak sekitar 50 meter.

Korban juga langsung dilarikan ke Puskesmas Tongas, namun keduanya tak bisa diselamatkan.

Tragedi tersebut tentu menjadi pukulan keras bagi keluarga dan kerabat sekitar.

Berdasarkan olah TKP, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh kedua korban.  Diduga korban terpeleset saat bermain di sekitar sungai mengingat usia korban masih terlalu kecil.

“Keluarga meminta untuk tidak dilakukan otopsi, sebab menyadari bahwa ini memang kecelakaan,” kata Anang. (mg/fun)

Editor : Muhammad Fahmi
#sungai #bocah tewas tenggelam #saudara sepupu #kronologi #Tongas #probolinggo