MAYANGAN, Radar Bromo- Hujan deras disertai angin kencang membawa petaka bagi Santoso Wibowo, 50. Selasa (4/2) malam, rumah warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini tertimpa pohon mangga yang tumbang.
Santoso mengaku, usai salat Magrib sekitar pukul 18.30, bersama salah satu anaknya duduk di ruang keluarga.
Istri dan dua anaknya yang lain di ruang sisi utara. Hujan sempat reda. Namun, terdengar gemuruh angin yang cukup kencang.
“Tidak seperti biasanya. Suara angin tadi malam cukup keras. Sepertinya dari arah timur,” ujarnya, Rabu (5/2).
Mendengar suara angin, Santoso berniat memastikan kondisi sekitar. Ia beranjak menuju depan rumah.
Sesampai di pintu utama rumah, langkahnya terhenti. Pohon mangga di halaman rumahnya tiba-tiba roboh ke barat menimpa atap rumahnya.
Bahkan, kepala Santoso sempat kejatuhan reruntuhan atap berupa asbes gelombang.
“Untung istri dan anak saya ada di utara, sehingga terhindar dari kayu atau pohon tumbang. Luka di kepala saya juga tidak terlalu parah, sehingga bisa diobati sendiri malam itu juga,” katanya.
Meski demikian, bencana ini sempat membuat seisi rumah panik. Tetangga sekitar berdatangan. Mereka berusaha mengevakuasi reruntuhan rumah dan pohon yang tumbang.
“Syukur pohon mangga masih tersangkut tiang gazebo di depan rumah. Kalau tidak, kemungkinan kehancuran rumah saya bisa lebih parah,” ujarnya.
Sejumlah perabotan rumah rusak akibat tertimpa dahan dan atap. Termasuk etalase dan motor. Santoso mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, pihaknya langsung mengecek lokasi. Diketahui, ada kabel listrik yang masih melilit di pohon.
“Kami harus menghubungi PLN dulu. Maka dari itu, kesepakatannya, proses evakuasi dilanjutkan Rabu (5/1) pagi. Selasa (4/2) malam, korban sempat mengungsi ke rumah saudaranya,” katanya.
Menurutnya, pohon mangga ini roboh diduga dampak angin kencang. Kala itu, kecepatan angin mencapai 19 kilometer per jam, bahkan puncaknya sekitar 25 kilometer per jam.
“Memang dalam minggu-minggu ini ada peningkatan kecepatan angin saat hujan. Biasanya di bawah 10 kilometer per jam, sekarang di atas 17 kilometer per jam,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando