Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Probolinggo, Pikap Tergelincir ke Laut, Karyawan DABN Tewas Tenggelam

Inneke Agustin • Rabu, 5 Februari 2025 | 21:02 WIB
NAHAS: Jenazah korban Fino saat di kamar mayat RSUD dr Moh Saleh. Inset korban semasa hidup dan proses evakuasi korban.
NAHAS: Jenazah korban Fino saat di kamar mayat RSUD dr Moh Saleh. Inset korban semasa hidup dan proses evakuasi korban.

MAYANGAN, Radar Bromo­-Nahas dialami salah satu karyawan Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Kota Probolinggo, Fino Indra Permana, 34. Ia alami kecelakaan kerja hingga meninggal.

Pikap L300 yang dikendarai warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo itu tergelincir ke perairan di daerah Pelabuhan Probolinggo, Selasa (4/2) petang.

Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana menjelaskan, sebelum kejadian, korban sempat berbincang dengan rekan kerjanyanya, Sukris di dermaga sebalah utara sekitar pukul 17.00.

“Setelah itu, korban berpamitan untuk mengambil air minum di mobilnya. Namun tak lama, saksi (Sukris) melihat mobil yang dikendarai korban tiba-tiba berbelok ke arah kiri dan terjatuh ke laut. Mengetahui hal tersebut, saksi lantas meminta tolong kepada orang-orang sekitar lokasi,” terangnya.

Saat mobil korban terjatuh ke laut, Sukris masih sempat melihat korban keluar dari mobilnya tersebut.

Ia berenang dan berupaya berpegangan pada paku bumi dermaga kurang lebih selama 10 menit.

Namun karena angin dan ombak yang cukup besar, akhirnya pegangan korban terlepas.

“Petugas dari DABN dengan menggunakan life jacket berupaya menyelamatkan. Badan petugas juga diikat dengan tali agar tak terbawa arus. Evakuasi juga dibantu oleh kapal dan alat berat. Setelah berhasil, korban dibawa ke UGD RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo,” jelas Wayan.

Sayangnya, saat itu korban telah meninggal dunia. Jenazahnya lantas dipindahkan ke ruang jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan luar guna menemukan apakah ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Hanya ada luka lecet di telapak tangan kiri dan kaki kanan. Kemungkinan akibat tergores karang saat berpegangan di paku bumi,” ujar Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, Nur Wasis.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Oprasional DABN Kota Probolinggo, Andri Irawan membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia mengatakan, Fino merupakan salah satu karyawan PT DABN di bagian pengiriman untuk para pekerja di area pelabuhan.

“Ketika kejadian, korban ambil air minum di kontainer. Sekembalinya dia drop air minum ke para pekerja tadi, mobilnya jalannya miring dan kemudian tercebur ke laut. Saat itu dia sendirian,” ujarnya.

Andri menjelaskan pihaknya sedang membuat laporan peristiwa (LP) pada Rabu (4/2) malam.

“Kami sedang membuat LP untuk melaporkan kejadian ini ke Polairud. Membuat kronologis kejadian, lalu ke rumah duka bentar lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus ini.

“Rencana hari ini (5/2) kami akan meminta keterangan beberapa saksi. Kami juga berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait,” ujarnya. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#tewas tenggelam #dabn #kecelakaan kerja #pelabuhan probolinggo #l300 #pikap #Polres Probolinggo Kota