Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setahun Lebih Ditutup, Air Terjun Madakaripura Masih Banyak Didatangi Wisman, Banyak yang Nekat Masuk

radar bromo • Selasa, 4 Februari 2025 | 18:50 WIB

 

 

Rombongan wisman berfoto di depan patung Gajah Mada, akses masuk ke air terjun Madakaripura, Probolinggo. (Inayah Putri Maharani/ Radar Bromo)
Rombongan wisman berfoto di depan patung Gajah Mada, akses masuk ke air terjun Madakaripura, Probolinggo. (Inayah Putri Maharani/ Radar Bromo)

LUMBANG, Radar Bromo - Setahun lebih wisata air terjun Madakaripura ditutup. Namun, penutupan itu seolah tidak terlalu berpengaruh pada aktivitas di sana.

Wisata Air Terjun Madakaripura ditutup sejak Januari 2024. Artinya, sudah setahun lebih lokasi wisata itu ditutup.

Penutupan Madakaripura dilakukan setelah kawasan itu diterjang banjir bandang. Sehingga menyebabkan akses jalan setapak putus di beberapa titik.

Dan sampai saat ini, jalan setapak yang putus itu belum diperbaiki. Sehingga, dinilai tidak aman dikunjungi.

Namun, ternyata masih banyak wisatawan yang datang ke lokasi wisata yang ada di Desa Negororejo, Lumbang, Kabupaten Probolinggo itu.

Berdasarkan pantauan radarbromo.jawapos.com di lapangan, beberapa wisatawan memang datang ke lokasi ini. Kebanyakan mereka adalah wisatawan mancanegara alias wisman.

Memang, pintu masuk menuju lokasi wisata ditutup dengan portal. Namun, ada jalan lain yang dijadikan akses masuk oleh pengunjung.

Sutikno, 53, warga sekitar menjelaskan, kebanyakan wisman memaksa masuk saat sudah sampai Madakaripura. Alasannya, karena mereka terlanjur sampai dan sudah melalui perjalanan jauh.

“Turis yang maksa masuk mungkin tidak tahu bahwa lokasi ini ditutup. Kami beritahu bahwa tidak boleh masuk. Tapi kalau maksa harus didampingi warga sini,” jelasnya.

Alasan warga mendampingi karena akses jalan menuju air terjun banyak yang rusak. Sehingga, warga harus memastikan keselamatan pengunjung.

Selain itu, warga khawatir pengunjung malah merusak fasilitas yang ada. “Daripada nanti merusak fasilitas yang ada, mending didampingi saja,” katanya.

Meski demikian, warga biasanya enggan mendampingi saat cuaca sedang buruk atau mendung. Sebab, bisa sangat berisiko.

Biasanya warga hanya mau mendampingi saat cuaca sedang baik. Itu pun dibatasi sampai jam satu siang. Lewat jam itu, biasanya hujan akan turun.

“Kalau sejak pagi mendung atau sudah siang, biasanya di atas hujan. Itu warga sudah tidak mau mengantar. Ibaratnya kalau maksa masuk, kami tidak bisa tanggung jawab” katanya.

Biasanya saat Desa Sapih sedang turun hujan, maka kawasan Madakaripura akan terkena banjir kiriman.

Oleh karena itu, warga sekitar rutin berkomunikasi dengan warga di daerah atas unutk memastikan kondisi cuaca.

“Kami telepon terus warga di daerah atas, takutnya di atas hujan. Bahaya kalau ada yang masuk, tapi kami tidak monitor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi menjelaskan, sampai saat ini wisata Madakaripura masih ditutup.

Bahkan, pihaknya sudah berulang kali memberikan surat imbauan untuk Madakaripura agar steril.

“Kegiatan itu ilegal karena kami sudah mengimbau agar tidak ada aktivitas di sana. Kami tidak bisa terus menjaga 24 jam,” katanya.  (mg/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#wisman #banjir bandang #wisatawan mancanegara #lumbang #air terjun madakaripura #probolinggo