KLINIK Utama di Kota Probolinggo kembali bertambah. Sabtu (1/2), telah diresmikan klinik baru di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Namanya, Klinik Utama Rawat Jalan Afara.
Klinik ini menjadi klinik utama kelima di Kota Probolinggo. Dilengkapi dokter spesialis dan menyediakan tiga klinik. Berupa klinik saraf dan nyeri, klinik penyakit dalam, dan klinik umum, dan fisioterapi.
Penanggung Jawab Klinik Afara dr. Intan Sudarmadi, Sp.N., M.H. mengatakan, klinik ini didirikan untuk membantu masyarakat yang mengalami permasalahan penyakit saraf dan nyeri, penyakit dalam, serta keluhan penyakit umum lainnya, serta yang membutuhkan fisioterapi. Sejauh ini di Kota Probolinggo, selain rumah sakit, belum banyak fasilitas kesehatan yang memiliki klinik saraf dan klinik penyakit dalam.
Jumlah dokter di kota Probolinggo masih kurang, terutama juga dokter yang menangani pasien dengan penyakit kronis seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, serta Stroke. Khusus stroke, kasus cukup tinggi di Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Mayangan di tahun 2023, berdasarkan penelitian jumlah pasien yang ditangani di RSUD dr Mohamad Saleh. Selain pengobatan, stroke juga membutuhkan fisioterapi yang rutin.
“Kita kekurangan dokter, saat ini satu dokter harus melayani 1.300 pasien. Harapannya, dengan dibukanya klinik ini, bisa banyak membantu melayani keluhan masyarakat,” jelasnya.
Pria yang juga Direktur RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo ini berharap kliniknya terus berkembang ke depannya menjadi klinik yang dapat melayani pasien rawat inap. Karena saat ini masih melayani pasien rawat jalan saja. “Semoga bisa terus berkembang dan tidak hanya melayani pasien rawat jalan,” harapnya.
Pembukaan klinik ini disambut baik oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati. Ia berharap, dengan adanya klinik baru ini, ada peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dengan dibukanya Klinik Afara ini, kami harap menjadi jawaban atas permasalahan kesehatan masyarakat,” ujarnya. (mg/adv)
Editor : Ronald Fernando