KADEMANGAN, Radar Bromo- Ternak yang terserang penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kota Probolinggo masih bermunculan. Dalam bulan ini, ditemukan 14 ekor sapi yang terpapar. Karena itu, peternak masih harus tetap waspada dan ikut mencegah penyebaran PMK.
Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, populasi ternak sapi potong di Kota Probolinggo mencapai 4.122 ekor.
Dari jumlah itu, hanya 14 ekor yang terpapar dan semuanya masih sakit. Belasan sapi yang terpapar itu masing-masing 7 ekor di Kecamatan Wonoasih dan Kecamatan Kademangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo Aries Santoso mengatakan, penyebaran kasus PMK di Kota Probolinggo dapat dikatakan landai. Karena sapi yang terpapar tidak banyak.
“Dari total populasi sapi, hanya 14 ekor sapi yang terpapar. Kondisinya masih belum sembuh,” ujarnya, Rabu (29/1).
Sepanjang tahun kemarin, kata Aries, jumlah sapi yang terpapar mencapai 76 ekor. Syukur semuanya sudah sembuh.
Katanya, upaya pengobatan dan penyembuhan terhadap sapi yang terpapar PMK terus dilakukan. Mulai dari disuntik, pemberian vitamin, dan lainnya.
“Sisa 14 ekor sapi yang sakit karena PMK,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando