PROBOLINGGO, Radar Bromo - Banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ikut mengganggu perjalanan kereta api (KA).
Dua perjalanan kereta api (KA) tujuan Daop 9 Jember menjadi terlambat. Yakni KA Blambangan Ekspres tujuan Ketapang dan KA Pandalungan tujuan Jember.
Banjir di Kabupaten Grobogan membuat perlintasan rel KA menggantung. Akibatnya, rel tak dapat dilewati.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, pola operasi dua kereta api lantas diubah.
Dari yang seharusnya melewati lokasi banjir, kini harus diputar perjalanannya untuk menghindari banjir.
"KA Blambangan Ekspres diputar melalui Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Solo Jebres, Madiun, dan Surabaya Gubeng,” kata Cahyo Widiantoro.
“Sedangkan KA Pandalungan diputar dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Gundih, Gambringan, Surabaya Pasar Turi, baru melanjutkan perjalanan ke Jember," terangnya.
Konsekuensinya, perubahan pola operasi tersebut tentu berdampak pada jadwal kedatangan kedua KA di wilayah Daop 9 Jember. KA Blambangan Ekspres dari Stasiun Pasar Senen baru tiba di Stasiun Ketapang pada Rabu (22/1) pukul 09.20 atau mengalami kelambatan 265 menit dari seharusnya tiba pukul 04.55.
“Setelah KA Blambangan Ekspres tiba di Stasiun Ketapang, waktu perawatan dan pembersihan dilakukan dengan efisien dan sesuai SOP (standar operasional prosedur). Sehingga sarana bisa siap untuk digunakan tepat waktu serta sebagai upaya menjamin keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan,” kata Cahyo.
Sedangkan KA Pandalungan dengan tujuan akhir Stasiun Jember mengalami kelambatan 290 menit dan baru tiba pukul 15.25 dari jadwal seharusnya pukul 10.45.
“KA Pandalungan kembali diberangkatan dari Stasiun Jember pada Rabu (22/1) pukul 16.30,” tambah Cahyo.
Atas keterlambatan tersebut KAI telah memberikan kompensasi service recovery kepada para penumpang KA Pandalungan dan KA Blambangan Ekspres sesuai dengan aturan.
Sementara bagi pelanggan yang tidak berkenan berangkat, dapat membatalkan tiket perjalanan di loket stasiun dengan bea kembali 100 persen di luar bea pesan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya penundaan kedatangan KA Blambangan Ekspres dan KA Pandalungan. Saat ini tim dari KAI sedang berupaya secara maksimal agar banjir dapat segera diatasi dan perjalanan KA dapat normal kembali," tutup Cahyo.
Sampai dengan Rabu (22/1), sebanyak 48 calon penumpang KA Pandalungan dan KA Blambangan ekspres yang membatalkan tiketnya dikarenakan keterlambatan yang cukup tinggi pada kedua KA tersebut akibat dampak banjir di Jawa Tengah. (gus/fun)
Editor : Fahreza Nuraga