Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rumah Warga Makin Dekat Sungai, Halau Banjir dari Sungai Kedunggaleng-Dringu Probolinggo dengan Tanggul Darurat

Ronald Fernando • Senin, 20 Januari 2025 | 04:30 WIB
ANTISIPASI BANJIR: Sejumlah warga membuat tanggul darurat di belakang rumah Senami, yang hampir terkikis air Sungai Kedunggaleng, di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Minggu (19/1).
ANTISIPASI BANJIR: Sejumlah warga membuat tanggul darurat di belakang rumah Senami, yang hampir terkikis air Sungai Kedunggaleng, di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Minggu (19/1).

DRINGU, Radar Bromo- Meluapnya Sungai Kedunggaleng Kamis (9/1) malam, membuat rumah Senami, 70, warga Dusun Satriyan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kebanjiran. Kondisi ini mengudang perhatian tetangganya.

Rupanya, rumah seorang nenek ini makin mendekati sungai. Jaraknya hanya sekitar 1 meter. Lokasinya juga lebih rendah dibanding rumah sejumlah tetangganya. Karena itu, ketika sungai meluap beberapa waktu lalu, rumahnya kebanjiran setinggi mata kaki orang dewasa.

Karena itu, Minggu (19/1), sejumlah warga bergotong royong membangun tanggul darurat di sisi timur rumah Senami. Mereka juga khawatir banjir datang lagi. Sekitar 500 sandbag berisi tanah disusun sepanjang 20 meter dengan tinggi sekitar 1 meter tepat di belakang rumah Senami.

“Kami minta sandbag ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Alhamdulillah langsung dikasih. Warga sepakat kerja bakti bikin tanggul di belakang rumah Bu Senami,” ujar Ketua RT setempat,  Basuki.

Sebelumnya, di belakang rumah Senami ada tanggul. Namun, tidak kuat untuk menghalau besarnya arus air Sungai Kedunggaleng. Tunggul itu pun ambruk.

Selain itu, di bagian hulu Sungai kedungdalem di Dusun Satriyan, sudah dibangun tanggul. Juga hasil swadaya masyarakat. Kali ini warga juga membangun di bagian belakang rumah Senami.

“Kami buatkan tanggul juga pakai sandbag, karena dananya terbatas,” kata Basuki.

Kepala Desa Kedungdalem Sumartono mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan berkirim surat ke Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Jawa Timur, meminta normalisasi sungai.

“Sebetulnya maunya minta dibuatkan tanggul, tapi mungkin lama karena biayanya besar, sehingga kami minta setidaknya sungai dinormalisasi,” ujarnya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#banjir #dringu #genangan #Tanggul Darurat