Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Tembus Gladak Serang-Maramis Kota Probolinggo Jebol, Dinas PUPR-PKP Sebut Dampak Hujan

Arif Mashudi • Jumat, 17 Januari 2025 | 12:30 WIB
RUSAK: Seorang warga mengamati Jalan Tembus Gladak Serang-Maramis, yang jebol Kamis (16/1). Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo berjanji akan segera memperbaikinya.
RUSAK: Seorang warga mengamati Jalan Tembus Gladak Serang-Maramis, yang jebol Kamis (16/1). Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo berjanji akan segera memperbaikinya.

KANIGARAN, Radar Bromo - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Probolinggo dalam semalam, tidak hanya akibatkan banjir dan genangan. Plengsengan di jalan tembus Gladak Serang-Maramis, ikut tergerus dan mengakibatkan jalan jebol.

Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati saat melintas di jalan tembus ini. Jalan tembus yang jebol itu dekat dengan Kawasan Kuliner Gladak Serang. Hanya berjarak sekitar 50 meter.

Akibat plengsengan ambrol, membuat jalan tembus jebol dengan lebar sekitar 60 sentimeter. Dari lubang jalan tembus yang jebol terlihat jelas bagian bawah plengsengan tergerus arus sungai.

“Hujan turun deras semalaman. Arus sungai juga tinggi dan membuat plengsengan di Sungai Gladak Serang rusak,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, Kamis (16/1).

Rini mengatakan, pihaknya sudah memetakan kerusakan dampak tingginya curah hujan. Serta, langsung menangani adanya titik-titik banjir genangan, seperti karena saluran air dan lainnya.

“Untuk yang jalan tembus Gladak Serang-Taman Maramis, kami sudah datangkan material pasir dan batu. Besok (hari ini) akan diperbaiki. Selanjutnya perbaikan bagian jalannya,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#gladak serang #jalan #taman maramis #Kota Probolinggo #jebol