WONOASIH, Radar Bromo – Pemprov Jawa Timur menegaskan, anggaran program makanan bergizi gratis (MBG) sepenuhnya dari pusat.
Yaitu, dari badan gizi nasional (BGN). Sementara daerah hanya menyediakan dana sharing untuk supporting.
Saat ini menurut Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, pihaknya masih menunggu realiasi anggaran dari BGN. Pencairannya akan dilakukan secepatnya dan secara bertahap.
”Yang jelas, anggaran permakanan untuk MBG semuanya dari pusat atau BGN. Daerah Cuma suporting,” terang Adhy saat ditemui di Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo, kemarin.
Dalam pelaksanaannya menurut Adhy, pemerintah provinsi dan kota/ kabupaten memang diminta menyediakan dana sharing.
Namun, itu hanya untuk supporting atau pengadaan dapur umum atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan operasional.
Di sisi lain, kapasitas SPPG di tiap daerah kota/kabupaten tidak sama.
Tidak di semua daerah ada SPPG. Karena itu, harus dibangun SPPG lebih dulu untuk realisasi program MBG.
Untuk Kota Probolinggo sendiri menurutnya, pihaknya masih menunggu jadwal pelaksanaan. Sebab, jadwal pelaksanaan juga ditentukan pusat.
“Di kota memang belum dimulai program ini, tapi bukan karena terlambat. Pusat yang memilih daerah mana saja yang jadi piloting pertama dan seterusnya,” lanjutnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi