SUMBERASIH, Radar Bromo- Warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Saniti, 40, sempat gundah.
Senin (13/1), ia kemalingan sepasang sapi sekaligus.
Beruntung nasib baik masih berpihak kepadanya. Warga yang melacak keberadaan dua ekor sapi itu berhasil.
Kini, seekor sapi jenis limosin yang tengah hamil dua bulan dan seekor sapi berumur sekitar dua tahun itu sudah kembali ke kandangnya.
“Alhamdulillah, masih untung. Masih bisa ketemu,” ujarnya, haru. Jika ditaksir, dua ekor sapi ini mencapai Rp 40 juta.
Saniti mengaku, menjelang Subuh, sekitar pukul 04.00, sudah bangun untuk pergi ke pasar. Berjualan sayur.
Namun, niatnya diurungkan setelah sang ibu berteriak dari kandang bahwa dua ekor sapinya raib.
Rupanya, pintu kandang yang dikunci dengan palang bambu dari dalam sudah terbuka lebar.
Berita kehilangan ini pun disiarkan melalui pengeras suara musala di depan rumahnya. Warga pun berdatangan.
Lebih dari 50 orang berkumpul di rumah Saniti. Kemudian, mereka berpencar ke segala arah, menelusuri jejak sapi.
Sekitar pukul 05.30, induk sapi limosin ditemukan di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih. Tercebur ke sungai.
“Kemungkinan dilepas, karena takut dikejar warga. Setelah dilepas, sapinya jalan sendiri dan terpeleset ke sungai, mungkin,” ujarnya.
Sedangkan, satunya lagi baru ditemukan sekitar pukul 08.00 di persawahan di Desa Jangur bagian selatan. Dua sapi ini pun dibawa pulang ke rumah Saniti.
Kedua sapi itu pulang dengan kondisi tidak sehat. Induk sapi limosin mengalami banyak goresan di tubuhnya, terkena ranting-ranting sampah sungai.
Sedangkan, sapi coklat berusia dua tahun itu pulang dalam keadaan pincang, karena kelelahan berjalan.
“Ngos-ngosan karena hamil dan dipaksa jalan jauh,” katanya.
Saniti mengaku sangat bersyukur dua ekor sapi peliharaannya masih bisa dibawa kembali pulang. Ia mengaku akan lebih waspada menjaga ternaknya.
“Katanya ibu mau tidur dekat-dekat kandang saja, biar kedengaran. Kalau selama ini kan tidurnya agak jauh dari sapi,” terangnya.
Kemalinga, Saniti mengaku belum sempat melapor ke kepolisian, karena masih berupaya mencari sendiri. Namun, pemerintah desa setempat sudah dihubungi untuk membantu pencarian. (mg/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni