DRINGU, Radar Bromo- Pelaku kejahatan semakin gragas. Tak pandang bulu. Bahkan, duit kotak amal pun diembat.
Hal itu Seperti terjadi di Masjid Jami’ Baitus Salam Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Rabu (8/1) dini hari, kawanan maling kembali beraksi di masjid ini. Pencurian isi kotak amal ini, bukan yang pertama.
Sekitar setahun lalu, kotak amal masjid ini juga pernah dicolong maling.
Padahal, uang dalam kotak amal itu dikhususkan untuk pembangunan masjid yang belum rampung 100 persen.
Salah seorang jemaah masjid, Purnomo, 51, mengatakan, saat itu, sekitar pukul 03.26, salah satu kotak amal masjid itu dibobol maling. Pelakunya pasangan lelaki dan perempuan. Diduga mereka suami-istri.
Tampak dalam video rekaman CCTV masjid, keduanya kompak membagi tugas.
Si perempuan menunggu di sepeda motor yang diparkir di halaman masjid, sedangkan si lelaki memastikan kondisi sekitar aman.
Setelah dirasa aman, ia memanggil perempuannya yang memegang tang sebagai alat untuk membobol kotak amal.
Ia juga menyiapkan kantong sebagai tempat uang dari kotak amal. “Dibuka pakai tang, jadi tidak perlu bobol gemboknya, sehingga prosesnya cepat,” katanya.
Palaku mengambil ludes uang dalam kotak amal. Di bagian luar masjid, ada dua kotak amal.
Menurut Purnomo, jika saja tidak ada jemaah yang datang, kemungkinan besar isi dua kotak amal itu akan raib semua.
Kata Purnomo, awalnya para jemaah tidak curiga terhadap lelaki dan perempuan ini. Bahkan, salah seorang warga sempat menyapa pelaku.
Ketika ditanya sedang apa, pelaku mengaku hendak cuci kaki. “Terus waktu malingnya sudah pergi, warga sadar kalau kotak amalnya sudah terbuka,” katanya.
Mendapati itu, sejumlah jemaah sempat meneriaki mereka maling. Serta, berusaha mengejarnya ke arah timur dari masjid.
Namun, terlambat. Warga kehilangan jejak. Namun, dipastikan para pelaku terekam CCTV.
Warga sekitar curiga, para pelaku berasal dari daerah sekitar Kecamatan Dringu.
Sebab, dalam seminggu terakhir, sudah empat masjid di Kecamatan Dringu yang menjadi sasaran maling.
“Takutnya memang orang asli Dringu atau sekitarnya, karena dari gelagatnya seperti sudah hapal daerah sini. Tidak ada ketakutan,” ujar Purnomo.
Tidak diketahui pasti berapa jumlah uang yang dibawa kabur pelaku. Salah seorang takmir masjid, Asyikin, mengira-ngira jumlahnya sekitar Rp 500 ribu.
“Mungkin sekitar Rp 500 ribu, karena sekitar dua minggu belum dibuka,” jelasnya.
Para pengurus masjid langsung melaporkan kasus ini ke pemerintah desa setempat. Namun, mereka sepakat tidak membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kalau lapor kades (kepala desa) sudah, cuma memang kami tidak lapor ke kepolisian,” katanya.
Menurutnya, kini yang terpenting memperketat keamanan masjid. Pihaknya berencana mengganti kotak amal masjid agar pencurian tidak terulang.
“Keamananannya lebih kami jaga sekarang, mau diganti juga dengan yang lebih bagus, sehingga sulit dibobol,” katanya. (mg/rud)
Editor : Muhammad Fahmi