PROBOLINGGO, Radar Bromo- Ambrolnya plengsengan Sungai Legundi di Jalan Kiai H. Fadhol, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, kini telah ditangani. Kamis (9/1) pagi, tim gabungan memasang sandbag untuk menahan tebing sungai agar tidak semakin longsor.
Koordinator Operasi Wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur Joko Slamet mengatakan, pemasangan sandbag melibatkan 25 personel PU SDA Jawa Timur. Serta, 6 personel BPBD Kota Probolinggo, 10 personel Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, serta masyarakat sekitar yang membantu secara swadaya.
Menurutnya, sekitar 250 sandbag disiapkan untuk dipasang di tebing sungai yang panjangnya mencapai 15 meter dan tinggi 4 meter. Sebelum pemasangan sandbag, terlebih dahulu dipasang gedek dan bambu sebagai penahan.
“Setelah sesek dan tiang bambu terpasang, sandbag ditata secara berlapis hingga memenuhi rongga tebing yang longsor," jelasnya.
Material pengisi sandbag diperoleh dari sedimen hasil normalisasi yang berada di seberang sungai, tidak jauh dari lokasi. Sedimen dikeruk menggunakan ekskavator, lalu dimasukkan ke karung.
Pengerjaan pemasangan sandbag di Sungai Legundi ditargetkan selesai dalam sehari.
"Kami berusaha agar penanganan ini cepat selesai," kata Joko.
Soal penyebab ambrolnya plengsengan, Joko menduga akibat adanya batu paras yang membelah aliran sungai. Sehingga, aliran air seolah diarahkan ke sisi timur yang membuat air terus-terusan menabrak plengsengan.
“Air kemudian menggerus bagian bawah hingga plengsengan melayang dan akhirnya ambles,” jelasnya.
Pemasangan sandbag di Sungai Legundi, kata Joko, bukan satu-satunya lokasi yang ditangani. Sebelumnya, pihaknya telah menyelesaikan pemasangan sandbag di Dusun Gandean, Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/1).
"Di Dringu, kondisi plengsengan lebih panjang dengan panjang 30 meter dan kedalaman 6 meter yang ambrol," paparnya. Di sana butuh 550 sandbag. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando