PROBOLINGGO, Radar Bromo- Nahas menimpa Aminatus Sa`diyah, 21, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Rabu (7/1) malam, ia meninggal dunia setelah kecelakaan lalu lintas di Perempatan Brak, Kota Probolinggo.
Korban yang kala itu masih mengenakan seragam salah satu swalayan di Kota Probolinggo, mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernopol N 4189 QU. Kemudian, bertabrakan dengan truk bermuatan beras yang dikemudikan Junaedi, 52, warga Desa Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Farouk Rahmad Hidayat mengatakan, semula truk bernopol N 8682 NM itu melaju dari selatan di Jalan Pahlawan, dengan kecepatan sedang. Sesampainya di Simpang Empat Brak, berbelok ke barat.
“Masuk Jalan Soekarno Hatta karena hendak menuju Surabaya,” katanya.
Dalam waktu yang bersamaan, korban juga melintas dari utara (Jalan DI. Panjaitan). Kemudian, belok ke barat melintasi Jalan Soekarno Hatta.
“Korban juga melintas dengan kecepatan sedang. Diduga karena kurang memperhatikan arus lalu lintas dan jarak yang telalu dekat, korban menabrak bodi belakang sisi kanan dari truk tersebut,” ujar Farouk.
Akibat senggolan itu, korban terjatuh dan mengalami luka-luka. Ia dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Namun malang, nyawa korban tak dapat tertolong.
Truk dan motor korban lantas dibawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Probolinggo. Sementara, pengemudi truk diamankan untuk dimintai keterangan.
“Saat ini masih kami lakukan penyelidikan. Pihak pengemudi masih kami mintai keterangan untuk pendalaman kasus,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Siswandi.
Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Nur Wasis mengatakan, ada beberapa luka di tubuh korban. Di antaranya, luka robek dan patah di kedua kaki hingga paha korban. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando