DRINGU, Radar Bromo - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak di Kabupaten Probolinggo, terus diwaspadai. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar ternak.
Senin (6/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan penyemprotan disinfektan di empat pasar hewan. Di antaranya, di Pasar Hewan Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran; Pasar Hewan Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar; Pasar Hewan Besuk, Kecamatan Besuk; dan Pasar Hewan Maron, Kecamatan Maron.
Penyemprotan disinfektan ini dilakukan setelah BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan koordinator pasar.
“Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan untuk mencegah wabah PMK,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/1).
Penyemprotan dilakukan secara bergantian di empat pasar. Seluruh sisi pasar hewan yang menjadi pusat berkumpulnya hewan tak luput dari penyemprotan. Bahkan, titik-titik yang sulit dijangkau, namun memiliki potensi tempat bersarangnya virus juga disemprot.
Tak cukup sampai di situ, petugas juga memberikan disinfektan terhadap petugas pasar, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu dapat digunakan dengan maksimal.
“Selain penyemprotan, kami juga mendistribusikan 20 botol cairan disinfektan pada masing-masing pasar. Total 80 botol cairan disinfektan yang sudah kami distribusikan pada pasar hewan,” bebernya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, penyemprotan yang dilakukan untuk mencegah merebaknya Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Serta, untuk meminimalisasi timbul dan berkembangnya penyakit hewan menular strategis di pasar hewan.
“Penyakit ternak yang saat ini masih terus diwaspadai adalah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan PMK. Selain itu, saat pergantian musim dari musim kemarau ke musim hujan, biasanya banyak penyakit yang timbul, sehingga perlu diwaspadai,” katanya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando