TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Sebuah drainase di pinggir Jalan Raya Lumajang di Desa/ Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, dibiarkan tanpa penutup. Akibatnya, beberapa pengendara jatuh ke dalam saluran ini.
Kondisi ini terjadi sekitar enam bulan terakhir, tepatnya setelah pelebaran jalan Lumajang-Probolinggo.
Saat itu, pembangunan drainase di jalan tersebut tidak dilanjutkan. Drainase pun dibiarkan tanpa penutup.
Lokasi drainase ini ada di tikungan sebuah pertigaan. Sehingga, sering tidak terlihat oleh pengendara. Terutama pengedara dari arah timur yang akan berbelok ke selatan.
Akibatnya, pengendara yang terlambat mengantisipasi jatuh ke drainase ini. Dalam waktu setengah tahun saja, sudah ada lima korban yang jatuh ke drainase ini.
“Selama ini, ada sudah lima korban yang jatuh. Tiga pengendara motor jatuh karena tidak tahu ada drainase itu. Waktu itu sedang hujan dan drainase tertutup air,” terang Muhammad, 68, warga setempat.
Sementara dua yang lain, mobil dan truk. Ban mobil dan truk sempat terperosok ke drainase itu.
Muhammad tahu betul karena drainase itu mengalir di depan rumahnya.
Dia juga sempat mendapat informasi, drainase itu seharusnya dibangun terus ke arah timur sampai ke sungai sejauh 20 meter.
“Katanya mau dilanjutkan pembangunannya sampai tembus ke sungai situ. Makanya drainase ini dak saya tutup. Percuma kan kalau nanti mau dilanjutkan pembangunannya. Tapi sampai sekarang kok tidak ada lanjutannya,” jelasnya.
Tidak hanya makam korban. Sering kali air dari drainase itu meluap ke jalan dan menimbulkan banjir genangan saat hujan. Sebab, air berhenti di tempat itu.
Saat ini, kondisi drainase itu tidak lagi terlalu dalam. Sebab, material lumpur dan tanah yang terbawa aliran air, menumpuk di tempat itu. Bahkan, ketinggian tumpukan material tanah hampir sama dengan jalan.
Pengawas Lapangan Kementerian PUPR RI Ahmad Riyanto menjelaskan, proyek pelebaran Jalan Raya Lumajang-Probolinggo sudah rampung 100 persen. Kalaupun ada proyek tambahan, seperti drainase, maka perlu diusulkan kembali.
“Kalau drainase dilanjutkan, kan melewati jalan kabupaten. Jadi kami perlu pastikan dulu itu tanahnya provinsi atau kabupaten atau perorangan,” jelasnya.
Dia pun mempersilakan warga yang ingin menutup drainase itu untuk keselamatan. “Kalau mau ditutup agar tidak membahayakan, tidak apa-apa. Untuk solusinya, masukan ini kami tampung dulu untuk diusulkan,” lanjutnya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi