DRINGU, Radar Bromo-Jenazah remaja laki-laki yang ditemukan di muara Sungai Kedunggalen, Kamis (2/1) siang, diidentifikasi sebagai Aurel Candra Saputra oleh pihak keluarga. Atas permintaan keluarga, jasad itu langsung dibawa pulang dan dimakamkan.
Kasat Polairud Polres Probolinggo I Wayan Mulyana menjelaskan, sesuai permintaan keluarga, jasad korban tidak diotopsi.
Hanya pemeriksaan luar. Setelah itu, keluarga membawa korban pulang.
“Keluarga meyakini bahwa jasad yang ditemukan adalah anaknya. Postur tubuh dan pakaian yang dikenakan dinilai mirip dengan anak mereka yang hilang. Selain itu, struktur gigi menjadi satu-satunya yang tidak berubah dari korban. Karena itu, jasad langsung dibawa pulang,” terangnya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan luar terhadap korban, menurut Wayan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Seperti adanya lebam di tubuh.
Atas pertimbangan itu juga, keluarga minta korban hanya diperiksa luar dan tidak diotopsi.
“Kemarin dokter juga sudah menjelaskan hasil pemeriksaannya, tidak ditemukan tanda kekerasan. Dan keluarga menerima sehingga jasad korban langsung dipulangkan,” lanjut Wayan.
Namun, surat hasil pemeriksaan resmi, menurut Wayan, belum keluar. Dokter hanya memberikan penjelasan secara lisan.
Sugito, ketua RT tempat keluarga korban tinggal mengatakan, korban dimakamkan pada hari yang sama setelah jasadnya ditemukan.
“Pemakaman dilakukan Kamis malam sekitar pukul 19.00 atau selepas isya,” terangnya.
Saat ini, menurut Sugito, kondisi psikis keluarga korban juga lebih baik dibanding saat jasad korban pertama kali ditemukan. Namun, keluarga masih berduka.
“Belum ada pembicaraan dari keluarga untuk kelanjutan kasusnya karena keluarga sedang berduka. Keluarga akan melihat dulu hasil pemeriksaan resmi pada jasad korban. Baru mengambil sikap,” lanjut Sugito.
Seperti diberitakan, Kamis (2/1) siang ditemukan jasad remaja laki-laki di muara sungai Kedunggaleng di Dusun Bandaran, Desa/Kecamatan Dringu.
Jasad itu ditemukan seorang pemancing yang kemudian melaporkan temuan itu ke Polairud Polres Probolinggo.
Saat itu, keluarga korban juga datang ke lokasi jasad ditemukan. Keluarga korban meyakini, jasad yang ditemukan adalah anak mereka yang sudah hilang selama tiga hari. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi