SUKAPURA, Radar Bromo- Jumlah wisatawan Gunung Bromo selama masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2025, tak sebanyak tahun kemarin. Menurun. Bahkan, selisihnya mencapai ribuan orang.
Grafik penurunan ini terlihat dari data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mulai 24-31 Desember 2024. Selasa (24/12/2024), hanya ada 2.327 pengunjung, sementara pada tanggal yang sama 2023, ada 3.438 pengunjung.
Rabu (25/12/2024), ada 2.346 pengunjung, sedangkan pada 2023, ada 3.578 pengunjung. Kemudian, Kamis (26/12/2024), ada 2.879 pengunjung, sementara pada 2023, ada 3.490 pengunjung. (selengkapnya lihat grafis).
“Sementara, Senin (30/12), wisata Gunung Bromo kami tutup karena ada ritual Pati Geni. Tahun lalu tanggal 30 Desember ada 3.518 pengunjung. Pada Selasa (31/12), ada 3.250 pengunjung, sedangkan tahun lalu ada 3.539 pengunjung,” ujar Kepala Balai Besar Rudijanta Tjahja Nugraha.
Rudi menyebutkan, jumlah pengunjung harian masih fluktuatif. Turunnya angka kunjungan diduga akibat cuaca hujan.
“Dugaan kami karena intensitas hujan meningkat mulai 25 Desember 2024, sehingga berpengaruh pada jumlah wisatawan. Kemungkinan wisatawan enggan berwisata ketika hujan,” tuturnya.
Tahun ini, arus lalu lintas menuju Gunung Bromo tampak ramai lancar dibandingkan libur Nataru tahun lalu yang menimbulkan kemacetan. Rudi mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan diterapkannya booking online tiket, sehingga para pengunjung tak perlu antre lagi.
“Ditambah pada libur Nataru tahun ini kami bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk membangun posko yang diharapkan dapat mengurai kemacetan,” ujarnya.
Meski jumlah wisatawan cenderung turun, angka pendapatan dari penjualan tiket selama sebulan ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2023. Meningkatnya pendapatan ini, salah satunya merupakan andil dari penyesuaian tarif yang dilakukan BB TNBTS.
“Tahun ini, pendapatan dari penjualan tiket mencapai Rp 3.371.011.500. Sementara, tahun lalu hanya Rp 1.935.304.000,” ujar Rudi.
Diketahui, tarif wisatawan Bromo melonjak sejak akhir 2024 lalu. Tarif wisatawan Nusantara dulu pada hari kerja Rp 29 ribu per hari, sementara untuk hari libur Rp 34 ribu per hari.
Kini naik menjadi Rp 54 ribu per orang per hari kerja, sementara untuk hari libur menjadi Rp 79 ribu.
Sementara bagi wisatawan mancanegara, dulu pada hari kerja Rp 220 ribu per hari. Sedangkan untuk hari libur Rp 320 ribu per hari. Kini menjadi Rp 255 ribu per orang per hari baik di hari libur ataupun kerja.
Untuk tiket masuk kendaraan darat ke kawasan Wisata Gunung Bromo dan sekitarnya masih tetap.
Yakni untuk roda dua Rp 5 ribu per unit per hari, roda empat Rp 10 ribu, sepeda Rp 2 ribu, dan kuda Rp 1,5 ribu. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando