Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Digendam, Motor Beat Penjual Es Teh di Wonoasih Probolinggo Dibawa Kabur Pembeli

radar bromo • Selasa, 31 Desember 2024 | 18:23 WIB

 

 

TKP: Anggota Mapolsek Wonoasih meminta keterangan pada para saksi di Jalan Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, tempat korban Debi Ayu Kusnadianti diduga kena gendam.
TKP: Anggota Mapolsek Wonoasih meminta keterangan pada para saksi di Jalan Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, tempat korban Debi Ayu Kusnadianti diduga kena gendam.

WONOASIH, Radar Bromo – Entah apa sebabnya. Debi Ayu Kusnadianti menurut saja saat seorang lelaki tak dikenal meminjam sepeda motor miliknya. Setelah 25 menit motor itu dibawa, baru gadis 19 tahun itu sadar. Namun, motornya tak kembali.

Kejadian nahas itu terjadi Jumat (27/12), pukul 09.30. Saat itu, warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, tersebut tengah fokus berjualan es teh di Jalan Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Lalu seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahun datang, membeli 10 cup es teh padanya. Pembeli itu membayar dengan uang Rp 100 ribu dan meminta kembalian Rp 70 ribu.

Namun, tidak berhenti di situ. Laki-laki tersebut lantas meminjam motor korban dengan alasan akan membeli voucher. Anehnya, korban percaya saja. Padahal, dia tidak kenal dengan lelaki itu.

Korban menyerahkan begitu saja kunci motor Honda Beat miliknya pada lelaki itu. Dan dalam sekejap, lelaki itu membawa motor Nopol N 4018 QT milik korban.

“Ada bapak-bapak beli es teh sepuluh gelas, terus bayar pakai uang seratusan dan pinjam kunci motor. Saya tidak sadar ya. Kunci motor itu langsung saya serahkan,” jelas korban.

Setelah sekitar 25 menit berlalu, baru korban menyadari bahwa motor miliknya yang biasa diparkir di dekat stan jualannya tidak ada.

Saat itulah korban ingat, motor itu dibawa pembeli yang tak dikenalnya. Korban pun menyadari, dirinya kena gendam.

Kejadian ini sempat membuat heboh warga di sekitar lokasi. Tidak lama kemudian, korban bersama juragannya melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Wonoasih, tidak terlalu jauh dari TKP.

Pihak kepolisian kemudian datang ke lokasi kejadian untuk meminta keterangan pada korban.  “Saya bingung dan panik. Akhirnya bareng sama bos lapor ke Polsek Wonoasih,” kata korban.

Akibat insiden tersebut, terpaksa korban cuti untuk sementara waktu. Sebab, dia tidak lagi punya kendaraan untuk bekerja ke Wonoasih.

Korban sendiri selama ini berangkat dari rumahnya di Boto ke Wonoasih dengan naik motor untuk bekerja menjual es teh.

Namun, kini motornya tidak ada lagi. Karena itu, korban bahkan mempertimbangkan untuk resign dari pekerjaannya.

 “Saya cuti dulu karena tidak ada kendaraan untuk kerja. Pinginnya kerja yang nginap saja agar tidak perlu bawa motor,” jelasnya.

Kanitreskrim Polsek Wonoasih Aipda Budi Probo menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan para saksi. Saat ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Kemarin sudah ada laporan. Kami sudah minta keterangan saksi juga. Saat ini sedang kami lakukan penyelidikan,” jelasnya. (mg/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Wonoasih #gendam #motor #beat #Penjual Es Teh