Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duh, Fasilitas Pantai Bahak Probolinggo Rusak Parah, Gazebo Ambruk, Broadwalk pun Bolong-Bolong

radar bromo • Senin, 30 Desember 2024 | 23:12 WIB

 

MEMPRIHATINKAN: Gazebo di Pantai Bahak yang kondisinya memprihatinkan. (Inayah/ Radar Bromo)
MEMPRIHATINKAN: Gazebo di Pantai Bahak yang kondisinya memprihatinkan. (Inayah/ Radar Bromo)

TONGAS, Radar Bromo–Sempat dibangun dengan dana sekitar Rp 9 miliar, kini sejumlah fasilitas di Pantai Bahak, Tongas, Kabupaten Probolinggo, banyak yang rusak. Bahkan, ada fasilitas yang tidak lagi bisa dipakai karena rusak.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi, kerusakan paling parah terjadi pada beberapa gazebo.

Sebanyak tujuh gazebo yang ada di bagian belakang sebelah barat, semuanya rusak. Atapnya bolong-bolong dan tempat duduknya ambruk. Karena itu, gazebo ini tidak lagi bisa dipakai.

Selain itu, boardwalk atau jembatan menuju menara pandang juga rusak. Banyak bagian jembatan yang bolong. Sehingga, pengunjung harus berjalan ekstra hati-hati.

Salah satu Petugas Pengelola Pantai Bahak Anshori menjelaskan, kerusakan ini terjadi karena beberapa faktor. Ada fasilitas yang usia bangunannya sudah tua, seperti jembatan kayu ke arah menara pandang.

Penyebab lain, karena bangunan sering terkena ombak. Terutama saat air laut pasang atau ombak di pantai tinggi, seperti gazebo.

“Beberapa rusak karena termakan usia, ada juga yang karena kena air pasang. Gazebo itu kalau ombaknya tinggi, biasanya kena hantam ombak. Terutama saat malam hari,” lanjutnya.

Kondisi broadwalk yang bolong-bolong membahayakan pengunjung. (Innayah/ Radar Bromo)
Kondisi broadwalk yang bolong-bolong membahayakan pengunjung. (Innayah/ Radar Bromo)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk memperbaiki fasilitas yang rusak. Sedikit demi sedikit.

“Kalau ada ketersediaan anggaran, akan kami perbaiki, pasti itu di tahun depan. Bagaimanapun yang kami kelola banyak. Jadi harus dipertimbangkan juga,” katanya.

Untuk mencegah abrasi air laut, kata Heri, pihaknya berusaha tetap menjaga ekosistem hutan mangrove di Pantai Bahak. Kalau mangrove terjaga, maka air laut tidak semakin mengikis bibir pantai.

Kondisi salah satu fasilitas Pantai Bahak yang rusak.
Kondisi salah satu fasilitas Pantai Bahak yang rusak.

“Kami berupaya tetap melestarikan hutan mangrove. Tujuannya untuk mencegah abrasi yang terlalu parah,” tambahnya.

Heri menjelaskan, pengelolaan aset wisata memang tidak mudah. Salah satunya karena keterbatasan anggaran. Karena itu, dia mendorong agar semua aset wisata yang belum dikelola oleh pihak ketiga supaya dapat dikelola pihak ketiga.

Menurutnya, cara itu menjadi langkah yang lebih efektif agar objek wisata dapat terus berkembang.

“Memang, jika dikelola sendiri oleh pemerintah, tantangannya adalah tergantung pada APBD yang terbatas. Namun, kami terus berusaha semaksimal mungkin agar objek wisata ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi PAD,” jelasnya.

Saat ini, menurutnya, sudah ada beberapa pihak yang tertarik untuk mengelola Pantai Bahak. Namun, memang belum ada kata sepakat.

“Kalau yang tertarik banyak, tapi mereka kan juga mempertimbangkan potensi pengunjung dan banyak hal. Untuk saat ini belum,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2021, sempat dilakukan pembangunan besar-besaran di Pantai Bahak.

Setidaknya ada 12 paket pekerjaan fisik yang dilakukan di Pantai Bahak saat itu dengan nilai total sekitar Rp 9 miliar.

Antara lain, pembangunan tempat parkir, jembatan atau boardwalk, gazebo, pembangunan jalan dan menara pandang. Ada juga pembangunan talud, tempat ibadah, toilet, dan lain sebagainya. (mg/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#rusak #Gazebo #Tongas #pantai bahak #probolinggo