PROBOLINGGO, Radar Bromo-Penderita HIV/Aids di kota Probolinggo terus bertambah dari tahun ke tahun.
Bahkan, selama tahun 2024 ditemukan 34 penderita baru HIV. Kondisi itu, menjadi perhatian serius DPRD Kota Probolinggo.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, penyebaran virus HIV/Aids di kota terus meningkat.
Hingga November 2024, ada 221 penderita HIV atau ODHA (orang dengan Hiv/Aids). Dibandingkan tahun 2023, ada tambahan 34 penderita.
“Jumlah penderita HIV yang menjalani pengobatan aktif ada 221 orang sampai akhir November 2024. Harus ada langkah konkrit untuk mencegah penyebaran virus HIV ini,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB (DKP2KB) Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati menjelaskan, penularan HIV/Aids tetap menjadi perhatian serius Pemkot Probolinggo.
Untuk itu, pihaknya terus berupaya mencegah penyebarannya di tengah masyarakat.
”Memang, setahun ini mulai Januari sampai November 2024 ditemukan 34 pasien HIV baru,” katanya.
Ida -sapaan akrabnya menerangkan, upaya penanganan kasus HIV/Aids terus dilakukan.
Mulai dari pencegahan, hingga pengobatan. Pihaknya juga rutin menyosialisasikan pencegahan penyebaran HIV/Aids dengan menjadikan sasaran kelompok sekolah.
Termasuk melakukan tes HIV pada kelompok resiko, seperti pada ibu hamil. Dengan maksud, jika ada kasus bisa ditemukan sedini mungkin.
”Kami juga memberikan pelayanan tes HIV di semua puskesmas. Sedangkan pengobatan, tergantung kondisi pasien. Bisa di rumah sakit umum atau Puskesmas Kanigaran,” terangnya. (mas/hn)
Pasien HIV/AIDS Kota Probolinggo Periode Januari-November 2024
- Pasien aktif 2023: 187 orang
- Pasien aktif 2024 : 221 orang
- Pasien dalam pengobatan: 221 orang
- Pasien baru dengan HIV (2024): 34 orang