Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bisnis Esek-Esek di Rel KA Penangan Kebonsari Kulon Probolinggo Menggeliat, Dewan Curigai Dibekingi Oknum Pol PP

Arif Mashudi • Minggu, 29 Desember 2024 | 17:03 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KANIGARAN, Radar Bromo - Bolak-balik dirazia, namun aktivitas esek-esek tidak pernah hilang di rel Kereta Api Penangan, Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Kondisi ini memunculkan dugaan, ada prostitusi atau lokalisasi di Penangan.

Pembahasan ini mengemukan saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III dengan Dinas Kesehatan P2KB (DKP2KB), membahas jumlah penderita HIV/Aids di kota yang terus bertambah.

Saiful Iman, anggota komisi III mengatakan, DKP2KB seharusnya tidak hanya mengantisipasi bahaya penyebaran HIV/Aids di hotel atau indekos.

Tempat prostitusi yang ada di kota juga dijadikan prioritas. Sebab, rentan terjadi penyebaran virus HIV/Aids di sana.

Terutama tempat prostitusi yang menyasar konsumen kelas menengah ke bawah.

“Kasihan ibu-ibu yang tidak tahu apa-apa di rumah, kemudian jadi korban penyebaran virus HIV/Aids karena bapak-bapak jajan di tempat prostitusi,” katanya.

Iman pun buka-bukaan menyebut, ada lokasi prostitusi di rel KA Penangan.

Yang membuat miris, Iman menduga ada oknum Satpol PP yang membekingi lokalisasi itu. Bahkan, oknum ini menarik pungli di sana untuk pengamanan.

“Saya berani menyampaikan hal ini, karena saya sudah cek langsung ke tempat prostitusi itu. Lokasinya di rel KA yang dikenal dengan nama Penangan,” terangnya.

Menurutnya, tempat prostitusi ini menyasar konsumen kelas menengan ke bawah. Tarifnya Rp 30 ribu saat ramai, dan kalau sepi Rp 25 ribu.

“Bahkan, kadang oknum Satpol PP ini juga jajan di sana tanpa harus membayar. Dengan begitu, praktik prostitusi itu aman. Mereka tidak berpikir dampak penularan virus HIV yang mungkin terjadi,” terangnya.

Dugaan bahwa tempat itu dibekingi Satpol PP makin menguat dengan fakta-fakta yang ada selama ini.

Di antaranya, Penangan tidak pernah kena razia. Setiap kali ada razia oleh Satpol PP, Penangan selalu tutup. Kondisinya selalu sepi. Seolah sudah tahu duluan bahwa akan ada razia.

 “Saya takutnya, kalangan pelajar atau remaja terjebak di tempat seperti itu. Karena prostitusi di hotel kan mahal. Akhirnya merek ke tempat-tempat seperti Penangan, karena tersedia. Makin ngeri penyebaran virus HIV di kota nantinya,” ungkapnya.

Ketua Komisi III Muchlas Kurniawan menambahkan, lokalisasi atau praktek prostitusi harusnya jadi perharian serius. Bukan malah oknum Satpol PP mengambil manfaat.

Dia pun minta Dinas Kesehatan P2KP turun dan melakukan tes HIV terhadap mereka yang rentan penyebaran HIV. Sehingga, penyebarannya bisa ditekan.

“Nanti kami akan panggil Satpol PP terkait tempat lokalisasi atau prostitusi ini. Apalagi ada informasi oknum Satpol PP bermain di sana,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Pujo Satrio Agung mengatakan, pihaknya baru mengetahui ada lokalisasi di rel KA Penangan.

Dia pun berjanji akan membuat jadwal patroli ke lokasi tersebut. Termasuk mencari informasi terkait oknum Satpop PP yang diduga bermain di sana.

“Sejauh ini kami belum dapat informasi itu. Kami akan tindaklanjuti dengan jadwal patroli,” katanya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#dewan #prostitusi #Kanigaran #esek esek #probolinggo #kebonsari #pol pp