KEDOPOK, Radar Bromo - Komisi I DPRD Kota Probolinggo mengendus adanya ruang privat yang ada di dalam GOR Mastrip.
Ironisnya, ruangan tersebut diindikasi hanya digunakan oleh mantan ketua KONI Kota Probolinggo, yang kini diberhentikan sementara.
Bahkan, Plt Ketua KONI Kota saat ini pun, tak pernah tahu dan masuk ruangan tersebut.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, ruangan privat itu terletak di sisi timur ruang transit VIP.
Di dalam ruangan itu, sejumlah fasilitas mulai AC, lantai berkarpet, kursi hingga tersedianya meja biliar.
Selama ini, ruangan tersebut tidak dibuka untuk umum. Hanya mantan ketua KONI yang selama ini masuk dan menggunakan ruangan privat tersebut.
Hal itu disampaikan Saiful Rohman, anggota komisi I DPRD Kota Probolinggo. Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Saiful mengatakan, sejumlah catatan terkait GOR Mastrip dan kantor KONI menjadi pembahasan dalam rapat dengar pendapat bersama (RDP) Dispopar, dan KONI Kota Probolinggo.
Mulanya, Komisi 1 menyoroti toilet GOR Mastrip tidak layak (kotor). Namun dewan lalu menyinggung adanya ruangan privat yang selama ini tidak banyak yang tahu.
Karena ruangan privat itu hanya dipakai oleh satu orang yang disebut ketua KONI Kota.
”GOR itu merupakan fasilitas umum. Begitu juga kantor KONI, merupakan milik pemerintah. Anehnya, ada ruangan privat yang tidak dibuka untuk umum. Tapi hanya untuk orang-orang tertentu. Ini ada apa di dalam ruangan itu?,” katanya dengan nada bertanya kemarin.
Sementara itu, Plt Ketua KONI Kota Probolinggo, Imanto tidak menampik adanya ruangan tersebut.
Namun, dirinya tidak pernah tahu ruangan tersebut fungsinya untuk apa. Sebab, informasinya ruangan itu hanya digunakan oleh mantan ketua KONI sebelum dirinya ditunjuk sebagai Plt.
Bahkan hingga saat ini, dirinya tidak pernah masuk ke ruangan privat tersebut. Imanto juga tidak ada keinginan untuk tahu.
”Informasinya, kuncinya ada di staf KONI. Tapi saya tidak pernah masuk ke ruangan itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dispopar (Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata) Kota Probolinggo, Rachma Deta Antariksa saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak pernah menggunakan ruangan tersebut. Namun ruangan itu awalnya rusak dan bocor.
Kemudian dilakukan pemeliharaan oleh Dinas PUPR pada tahun 2023 lalu. Selanjutnya, tidak ada penyerahan ruangan hasil pekerjaan tersebut ke Dispopar. Tapi diserahkan langsung ke KONI.
”Saya tidak tahu juga difungsikan untuk apa ruangan itu. Karena memang tidak diserahkan ke kami,” ujarnya. (mas/fun)
Editor : Abdul Wahid