Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Minta Ubah Program Baznas yang Mirip Visi Paslon Pilwali, Baznas Sebut Sudah Ada Sejak 2021

Arif Mashudi • Sabtu, 21 Desember 2024 | 15:48 WIB
grafis
grafis

KANIGARAN, Radar Bromo - Komisi III DPRD Kota Probolinggo mempertanyakan program Baznas, Satu Keluarga Satu Sarjana. Sebab, nama program tersebut sama dengan visi, salah satu paslon dalam Pilwali 2024.

Sekretaris Komisi III Heri Poniman dalam rapat dengar pendapat (RDP) mengatakan, berdasarkan penjelasan Baznas dalam rapat dengar pendapat (RDP), program Satu Keluarga Satu Sarjana murni milik Baznas.

Program itu merupakan program resmi Baznas pusat. Kemudian Basnaz di daerah melaksanakan program tersebut.

”Saya sempat tanya, program Satu Keluarga Satu Sarjana itu murni program Baznas ataukah program paslon pilwali? Karena namanya kok sama. Ternyata itu murni milik Baznas,” katanya.

Ketua Komisi III Muchlas Kurniawan menambahkan, selama ini program Satu Keluarga Satu Sarjana dari Baznas tidak pernah disosialisasikan oleh Baznas.

Bahkan, DPRD tidak pernah mendengar program itu. Hingga akhirnya program Satu Keluarga Satu Sarjana muncul sebagai visi salah satu paslon dalam Pilwali 2024.

Namun, kenyataannya program itu murni dari Baznas pusat. Kemudian daerah juga melaksanakan sebagai program turunan dari pusat.  

Untuk itu, pihaknya meminta nama program itu diubah. Supaya tidak sama dengan program salah satu paslon Pilwali 2024. Selain itu, agar masyarakat tidak salah memahami tentang program tersebut.

”Kalau bisa nama programnya diubah. Supaya masyarakat tahu dan yakin bahwa itu benar program Baznas. Bukan program paslon (pilwali),” tegasnya.

Ketua Baznas Kota Probolinggo Hakimmudin mengatakan, program Satu Keluarga Satu Sarjana sudah ada sejak tahun 2021.

Bahkan, program tersebut merupakan turunan dari Baznas Pusat. Jadi, program Satu Keluarga Satu Sarjana bukan milik paslon.

"Sejak awal tahun 2021, program dari Baznas pusat itu memang namanya Satu Keluarga Satu Sarjana. Kami tidak pernah mencatut," katanya. 

Melalui program itu, menurut Hakimudin, Baznas memberikan beasiswa kuliah pada satu anak dalam satu keluarga.

Saat awal diluncurkan pada tahun 2021, hanya ada 10 anak yang mendapat beasiswa kuliah dari program itu.

Lalu pada 2022, bertambah menjadi 14 anak. Dan pada 2024 ada 17 anak. Rencananya pada 2025, ditargetkan ada 50 anak yang mendapat beasiswa kuliah dari program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Persyaratannya mudah, salah satunya beragama Islam. Nantinya, setiap anak penerima program itu mendapat beasiswa Rp 2 juta per semester.

Jadi dalam setahun penerima beasiswa akan mendapatkan Rp 4 juta bagi peserta yang dinyatakan lolos.

”Soal rekomendasi Komisi III agar kami mengubah nama program itu, nanti akan kami bahas lebih lanjut. Sebab, nama program tersebut dari Baznas pusat,” ujarnya. (mas/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#beasiswa baznas #program pendidikan #Satu Keluarga Satu Sarjana #baznas kota probolinggo #Komisi III DPRD #Pilwali 2024 #program baznas #dprd kota probolinggo