Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rampung, Bedak Sementara Pasar Leces-Probolinggo Masih Timbulkan Masalah

Ronald Fernando • Jumat, 20 Desember 2024 | 12:55 WIB
LAPAK BARU: Sejumlah pedagang berjualan di bedak sementara Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/12).
LAPAK BARU: Sejumlah pedagang berjualan di bedak sementara Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/12).

LECES, Radar Bromo- Setelah 60 hari, pembangunan bedak sementara Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, akhirnya rampung. Meski belum diresmikan, sejumlah pedagang banyak yang sudah menempatinya. Terutama di bedak bagian belakang.

Salah seorang pedagang Susilowati, 38, mengatakan, dirinya dan sejumlah pedagang memang sudah berada di lokasi tersebut sebelum bedak sementara dibangun. Saat pembangunan, mereka dipindah sementara ke lokasi lain.

Namun, akibat minimnya lokasi dan sering hujan, sejumlah pedagang ini memutuskan menempati lokasi mereka di bawah bangunan bedak sementara, meski belum diresmikan.

“Kami tahu kalau belum diresmikan, katanya memang jangan dulu ditempati, tapi kami mau jualan di mana, wong sudah di sini tempatnya. Kehujanan terus, makanya pindah ke sini,” ujarnya.

Mereka juga mengaku enggan berpindah-pindah lapak lagi. Menurut Susilowati, ketika lapaknya pindah-pindah, maka akan kehilangan pelanggan lagi.

“Kami tidak mau pindah, setelah kebakaran kami dipindah-pindah terus. Hilang lagi pelanggannya,” katanya.

Sejumlah pedagang mengaku senang karena bedak sementara sudah rampung. Para pedagang tidak lagi kepanasan dan kehujanan.

Namun, kini masih ada masalah yang harus segera dicari solusinya. Yakni, tidak adanya talang air untuk air hujan dari atap. Karena itu, air dari atap bedak mengalir ke sejumlah kios yang lain dan membasahi dagangan sejumlah pedagang.

Salah satu toko yang terkena imbasanya, toko perabotan rumah tangga milik Nanik, 60. Ia pun mengeluh. Maklum, tokonya selalu kebanjiran akibat air yang mengalir dari atap bedak baru ini.

“Kalau hujan airnya ke dagangan saya. Apalagi ini banyak kasur. Makanya, kalau hujan terpaksa tutup,” ujarnya.

Nanik dan sejumlah pedagang lain sempat menyampaikan permasalahan ini kepada Kepala Pasar Leces Joni Sukisworo. Namun, sejauh ini belum ada respons konkret.

“Saya tanya ini mau dikasih talang atau kami sendiri yang pasang, nanti bisa iuran. Tapi, katanya jangan dulu karena belum diresmikan,” kata Nanik.

Di sisi lain, belum ada jadwal pasti kapan bangunan ini akan diresmikan. Sementara itu, Joni Sukisworo juga belum berhasil dimintai keterangan Jawa Pos Radar Bromo. Ketika dihubungi koran ini melalui sambungan telepon untuk dimintai keterangan, tidak merespons.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Mehdin Sareza mengaku, akan mengusahakan para pedagang dapat menempati bedak sementara pada akhir Desember ini. Terkait kebutuhan talang yang dikeluhkan sejulah pedagang, Sareza tidak memberikan keterangan. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#masalah #rampung #pasar leces #probolinggo