LUMBANG, Radar Bromo- Sejak banjir bandang Januari lalu, Wisata Air Terjun Madakaripura, Kabupaten Probolinggo, dipastikan masih ditutup. Namun, di lapangan masih ada warga yang nekat masuk.
Karena itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo kembali mengeluarkan surat edaran terkait penutupan Madakaripura. Bahkan, tercatat sudah tiga kali mengeluarkan surat edaran.
Dispopar mewanti-wanti agar semua aktivitas di lokasi wisata ini distop.
“Penutupannya dari Januari lalu, tapi ini sudah ketiga kalinya rilis surat edaran. Agar wisatawan tidak mengunjungi Madakaripura. Terlebih saat ini musim hujan, kami mewanti-wanti lagi bagi para wisatawan,” ujar Kabid Destinasi dan Industri Wisata Dispopar Kabupaten Probolinggo Umi Subianti.
Menurutnya, melalui asesmen risiko yang dilakukan Ditpamobvit Polda Jawa Timur, aktivitas di sekitar lokasi wisata ini, termasuk aktivitas jual beli memiliki risiko tinggi. Terlebih saat musim hujan ini.
“Semua kegiatan di sana harus diberhentikan, karena memiliki risiko yang tinggi. Menurut pantauan lapangan, memang katanya masih ada para wisatawan yang datang, sehingga terus kami ingatkan,” ujarnya.
Surat edaran penutupan wisata ini kali pertama dikeluarkan pada Januari lalu. Kemudian, kembali dikeluarkan pada Juni. Terakhir bulan ini.
Sejauh ini akses menuju lokasi Wisata Air Madakaripura belum dapat dilalui. Jalan setapak yang putus akibat banjir bandang belum diperbaiki. Karena itu, akan ditutup selama belum ada perbaikan.
“Terkait perbaikan, masih kami lakukan pembicaraan dengan pihak terkait. Yang mengelola Madakaripura kan bukan hanya Dispopar, tapi Perhutani juga. Namun, sekarang sudah pindah kepengelolaan ke PT Palawi,” jelas Umi. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando