Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Apresiasi bagi Para Seniman, Gelar Probolinggo Night Culture Festival 2024 dengan Meriah

Evelyn Ridhayanti • Senin, 9 Desember 2024 | 03:27 WIB
TABUH GONG: Peserta Probolinggo Night Culture Festival 2024 dilepas ditandai dengan penabuhan gong oleh Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati bersama anggota Forkopimda dan Kepala Disdikbud
TABUH GONG: Peserta Probolinggo Night Culture Festival 2024 dilepas ditandai dengan penabuhan gong oleh Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati bersama anggota Forkopimda dan Kepala Disdikbud

PROBOLINGGO Night Culture Festival 2024, Sabtu (7/12) malam, begitu meriah. Masyarakat juga antusias untuk menyaksikan festival yang kali pertama digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo ini.

Pertunjukan seni sekaligus pawai budaya ini diikuti 20 kelompok atau sanggar seni. Meski berlangsung pada malam hari, sepanjang rute yang dilalui penuh penonton.

Mulai titik start di depan Kantor Pemkot Jalan Panglima Sudirman, Jalan Suroyo, dan finis di Alun-alun Kota Probolinggo, penonton membeludak. Mereka tetap bertahan hingga peserta nomor urut terakhir tuntas diberangkatkan sekitar pukul 22.30.

TARI TRADISIONAL: Probolinggo Night Culture Festival 2024 menampilkan berbagai kesenian tari tradisional identitas Kota Probolinggo berkolaborasi dengan kesenian musik Dug-Dug.
TARI TRADISIONAL: Probolinggo Night Culture Festival 2024 menampilkan berbagai kesenian tari tradisional identitas Kota Probolinggo berkolaborasi dengan kesenian musik Dug-Dug.

Seremonial pelepasan 20 peserta Probolinggo Night Culture Festival 2024 malam itu ditandai dengan penabuhan gong oleh Pj Wali Kota Probolinggo yang diwakili Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati. Ia didampingi anggota Forkopimda atau yang mewakili serta Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah.

Berbagai seni budaya yang disajikan dalam kegiatan ini merupakan gambaran kekayaan budaya masyarakat Kota Probolinggo. Di antaranya, ada seni Jaran Bodhag, seni dan musik Probolinggoan, kesenian musik Dug-Dug, seni Fashion Carnival, seni Reog, seni Barongsai, dan sebagainya.

Sekda Ninik begitu mengapresiasi digelarnya Probolinggo Night Culture Festival 2024 oleh Disdikbud. Menurutnya, bisa menjadi edukasi dalam meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal Probolinggo. Serta, menjadi wadah bagi para kelompok seni budaya dan seniman untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan daya saing sebagai upaya pelestarian budaya tradisional di Kota Probolinggo.

“Selain wadah apresiasi, yang tak kalah pentingnya Probolinggo Night Culture Festival ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Kota Probolinggo,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

PROBOLINGGOAN: Semua yang ditampilkan peserta Probolinggo Night Culture Festival Festival 2024 menggambarkan kultur masyarakat Kota Probolinggo.
PROBOLINGGOAN: Semua yang ditampilkan peserta Probolinggo Night Culture Festival Festival 2024 menggambarkan kultur masyarakat Kota Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, meski baru kali pertama digelar, kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. “Kami berharap untuk tahun-tahun mendatang juga bisa diselengarakan lagi,” katanya.

Menurutnya, di Kota Probolinggo, banyak penggiat seni dan seniman. Mereka terus berkarya dan berlatih, tapi selama ini kurang terwadahi. “Itulah mengapa Pemkot menggagas kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi bagi mereka,” ujar kepala dinas bergelar doktor ini.

Berbeda dengan pawai budaya biasanya, dalam Probolinggo Night Culture Festival, yang disajikan semuanya menunjukkan identitas Kota Probolinggo. Seperti Tari Kembang Lamaran, merupakan warisan budaya tak benda yang sudah lama tidak diangkat. “Sekarang kami angkat kembali. Ini semua tidak dilombakan, tapi mereka kami wajibkan harus membuat karya baru berupa musik Probolinggoan,” jelasnya.

WARISAN BUDAYA TAK BENDA: Puluhan penari Jaran Bodag begitu memukau. Tari Jaran Bodhag sebagai warisan budaya tak benda asal Kota Probolinggo juga ditampilkan dalam Probolinggo Night Culture Festival
WARISAN BUDAYA TAK BENDA: Puluhan penari Jaran Bodag begitu memukau. Tari Jaran Bodhag sebagai warisan budaya tak benda asal Kota Probolinggo juga ditampilkan dalam Probolinggo Night Culture Festival

Kegiatan ini juga sengaja digelar menjelang akhir tahun. Agar selalu ada momen yang dinantikan masyarakat.

“Bila kegiatan ini menjadi ajang rutin, saya yakin seniman-seniman di Kota Probolinggo berlomba menampilkan yang terbaik. Syukur-syukur menjadi karya seni yang dibanggakan di tingkat Jawa Timur, nasional, bahkan mendunia,” ujar Siti Romlah didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud Sardi. (el/adv)

Editor : Ronald Fernando
#disdikbud #Kota Probolinggo #festival #Probolinggo Night Culture Festival 2024