SUMBERASIH, Radar Bromo- Ribuan warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, akhirnya bisa kembali menikmati air bersih dari Perumdam Tirta Argapura. Air yang dialirkan juga sudah normal. Lancar dan tidak asin lagi.
Sabtu (7/12), Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, melakukan proses penghembusan udara dalam jaringan pipa air bersih bawah laut yang menghubungkan daratan Probolinggo dengan Pulau Gili Ketapang.
Tujuannya, memastikan pipa yang baru dipasang dapat berfungsi optimal dan aliran air bersih berjalan lancar.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Hari Supriyanto mengatakan, penghembusan udara dilakukan untuk membuang sisa udara yang terperangkap di dalam pipa baru.
Udara yang terjebak menyebabkan pipa membentuk kurva dan tidak sepenuhnya tenggelam di dasar laut.
“Pipa baru ini harus benar-benar tenggelam, agar aliran airnya lancar. Udara yang ada di dalam pipa membuatnya melengkung, sehingga kami melakukan penghembusan udara melalui beberapa lubang kecil,” jelas Hari.
Puipa baru sepanjang 200 meter dilubangi lima titik berukuran sekecil paku reng. Metode ini dinilai efektif untuk mempercepat proses penenggelaman pipa ke dasar laut.
“Setelah udara terlepas, pipa akan lurus dan tenggelam sepenuhnya. Dengan begitu, jalur aliran air menjadi lebih optimal,” tambahnya.
Setelah penghembusan selesai, lubang-lubang pipa ditutup menggunakan alat khusus. Hari mengatakan, alat itu dirancang agar dapat langsung menutup lubang dengan sempurna tanpa mengganggu aliran air.
“Proses ini juga melibatkan bantuan penyelam dari Pulau Gili Ketapang, untuk memastikan penutupan lubang dilakukan dengan baik di bawah laut,” ujarnya.
Ia memastikan aliran air ke Gili Ketapang, sudah normal. Sebelumnya, sebagian wilayah di dataran tinggi Gili Ketapang, sempat terkendala, karena udara yang masih terperangkap di dalam pipa. Setelah proses penghembusan udara selesai, air bersih dapat mengalir dengan lancar ke seluruh wilayah.
“Sekarang aliran air sudah 100 persen normal. Tidak ada lagi rasa asin. Seluruh jaringan rumah tangga, termasuk yang berada di dataran tinggi, sudah mendapatkan suplai air bersih,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando