Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kalah di Rekapitulasi, Saksi Paslon Petahana Pilwali Kota Probolinggo Nomor 04 Tak Mau Tanda Tangan

Arif Mashudi • Rabu, 4 Desember 2024 | 14:19 WIB
HITUNG: Suasana rekapitulasi KPU Kota Probolinggo yang digelar Selasa (3/12).
HITUNG: Suasana rekapitulasi KPU Kota Probolinggo yang digelar Selasa (3/12).

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara pilwali Kota Probolinggo 2024 telah tuntas dilakukan.

Selasa 3 Desember 2024 KPU Kota Probolinggo telah menetapkan hasil penghitungan suara tingkat kota.

Di mana hasil perolehan suara pilwali Kota Probolinggo Pasangan calon dokter Aminuddin dan Ina Dwi Lestari unggul dengan perolehan suara 53.520 suara.

Sayangnya, dalam proses penetapan hasil rekapitulasi tingkat Kota Probolinggo, saksi pasangan calon (paslon) 04 yang merupakan petahana, menolak untuk menandatangani surat keputusan dan penetapan KPU Kota Probolinggo tersebut.

Dengan alasan saksi 04 kecewa dengan keputusan dan penetapan Bawaslu Kota Probolinggo yang menghentikan dugaan OTT money politics yang dilaporkan oleh paslon 03.

Hasil rekapitulasi suara tingkat kota, paslon 03 unggul dengan perolehan 53.520 suara. Disusul paslon 04 dengan memperoleh 50.897 suara. Kemudian paslon 02 memperoleh 30.643 suara. Terakhir paslon 01 meraih 1.650 suara.

Nasihin, Saksi palson 04, mengatakan, dirinya dari saksi 04 tidak tandatangan penetapan KPU hasil rekapitulasi suara tingkat kota, karena keberatan dengan pengawasan pilkada yang tidak netral.

Pihaknya mengajukan keberatan dengan mengisi form. Terkait salinan hasil penetapan KPU tetap diterima tanpa ada tandatangan saksi paslon 04.

“Terkait langkah paslon 04 akan mengajukan gugatan kr MK atau tidak, itu wewenang pimpinan atai tim pemenengan. Saya sesuai perintah ketua tim Pemenagan untul tidak menandatangani hasil rekaputulasi tingkat kota,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sementara itu ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal mengatakan, rekapitulasi hasil penghitungan suara pilwali Kota Probolinggo tingkat kota sudah dilakukan dan telah ditetapkan.

Pasangan calon 03 unggul dengan memperoleh 53.520 suara. Kemudian disusul Pasangan calon 04, Pasangan calon 02 dan terakhir Pasangan calon 01.

“Tetapi untuk penetapan Pasangan calon terpilih masih menunggu petunjuk dari KPU RI dan MK. Nanti ada waktu 3 hari apakah ada gugatan atau tidak ke MK selanjutnya MK akan menyampaikan ke KPU RI daerah-daerah yang ada gugatan dan tidak ada gugatan, "katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Terkait saksi paslon 04 yang tidak menandatangani hasil rekapitulasi tingkat kota,  ketua KPU mengatakan, keberatan saksi sudah sudah disampaikan dalam proses rekapitulasi dan tidak mempengaruhi hasil rekapitulasi penghitungan suara pilwali Kota Probolinggo.

Saksi Pasangan calon memiliki hak untuk menandatangani maupun tidak menandatanganinya.

“Rekapitulasi tingkat kota, jika ada saksi yang tidak tandatangan itu diperbolehkan. Tapi harus menjelaskan alasan tidak menandatangani. Tapi penolakan itu tidak mempengaruhi hasil penetapan rekapitulasi,” katanya.

Terpisah Putut Gunawarman komisioner Bawaslu Kota Probolinggo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan dalam proses Pilkada sejak awal sampai akhir. Termasuk menindaklanjuti adanya laporan dari paslon 04 terkait dugaan money politics.

Laporan paslon 04 sudah memenuhi syarat materil dan formil, sehingga pihaknya sudah register laporan tersebut dan dinaikkan ke sentra Gakkumdu untuk proses lebih lanjut terkait adanya dugaan tindak pidana money politik tersebut.

Namun dalam proses yang dilakukan sentra Gakkumdu, laporan paslon 04 tersebut tidak cukup bukti untuk unsur dugaan pidana money politics.

“Kami sudah melakukan pengawasan dan telah menindaklanjuti laporan sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk memproses laporan paslon 04 terkait dugaan money politik yang hasilnya tidak memenuhi cukup putih untuk unsur tindak pidana money politics, "tegasnya. (mas/fun)

Editor : Fahreza Nuraga
#petahana #dr Aminuddin #Ina Buchori #pilwali probolinggo #pilkada serentak