MARON, Radar Bromo –Begal motor terus meneror wilayah Kabupaten Probolinggo. Jumat (29/11) malam, Gatot, 50, dibegal saat menjemput anaknya pulang kerja.
Tiga orang membuntuti korban dengan naik dua motor. Kemudian mengacungkan celurit pada korban di ruas jalan Desa Suko, Kecamatan Maron.
Pelaku lantas merampas motor Hondar Beat milik korban, kemudian melarikan diri.
Kades Maron Wetan Heri Sulistyono mengatakan, begal yang menimpa warganya itu terjadi pukul 22.00.
Saat itu korban bersama istrinya Diah, 50, berangkat dari rumahnya di Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron.
Mereka menjemput putranya yang bekerja di sebuah warung bakso di Desa Klaseman, Gending.
Mereka berdua berboncengan naik motor Honda Beat warna merah putih. Setelah menjemput putranya, mereka pulang dengan berboncengan tiga.
“Pak Gatot bersama istrinya saat itu menjemput anaknya yang bekerja. Menggunakan motor beat berangkat dari rumah,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/11).
Mereka kemudian melaju dari arah utara ke selatan untuk pulang. Karena sering melintasi ruas jalan tersebut, mereka mengendarai motor seperti biasa tanpa curiga.
Bahkan, ketika ada motor CBR dan Honda Beat melaju di belakang mereka, mereka berpikir hanya warga yang melintas.
Mereka kemudian sampai di tikungan Desa Suko yang sepi dan diapit dua areal persawahan. Saat itulah, tiba-tiba dua motor yang melaju di belakang mereka menyalip.
Kemudian motor itu memotong jalan motor yang dikendarai Gatot.
Karena kaget, Gatot menghentikan laju motornya. Saat berhenti itulah, seorang pelaku mengeluarkan sebuah celurit dan mengancam para korban.
Para korban yang ketakutan akhirnya pasrah saja. Mereka menyerahkan motor Hondar Beat pada pelaku.
Pelaku lantas kabur ke selatan, lalu ke timur kantor Desa Wonorejo, kemudian ke Desa Puspan.
“Korban ketakutan setelah diancam celurit dan tidak melawan. Saat kejadian ada seorang warga yang melintas hendak menolong, namun karena diacungi celurit akhirnya meninggalkan lokasi,” bebernya.
Kanit Reskrim Polsek Maron Aipda Heri Dwi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum menerima laporan dari korban. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi