Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Disdikbud Kota Probolinggo Kaji Nilai Budaya Ketan Kratok

Inneke Agustin • Senin, 2 Desember 2024 | 15:30 WIB
DISKUSI: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, pegiat sejarah, dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur melakukan pendataan atas ketan kratok, Selasa (26/11
DISKUSI: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, pegiat sejarah, dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur melakukan pendataan atas ketan kratok, Selasa (26/11

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Ketan kratok merupakan salah satu makanan khas Kota Probolinggo.

Ketan Kratok terbuat dari beras ketan yang dimasak dan dicampur dengan biji kratok.

Kini, dinilai masuk budaya atau objek kemajuan kebudayaan.

Selasa (26/11) lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur melakukan pendataan.

Pamong Budaya Disdikbud Kota Probolinggo Rizky Nur Andrian mengatakan, ketan kratok termasuk hal yang memiliki nilai budaya.

“Di bidang kebudayaan ini ada banyak hal yang kami telaah. Mulai dari budaya, cagar budaya, kesenian, dan nilai budaya. Ketan kratok kami nilai masuk ke dalam nilai budaya atau objek kemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Menurutnya, ketan kratok masih eksis di masyarakat hingga kini. Khususnya di Kota Probolinggo. Sementara, di tempat-tempat lain belum pernah dijumpai.

“Menurut kami, perlu untuk dilakukan kajian guna menjaga dan inventarisasi nilai budaya tersebut,” katanya.

Selain itu, Rizky mengatakan, kajian terkait ketan kratok masih minim. Kajian seperti sejarah, cara pembuatan, dan kegunaannya belum ada.

Karena itu, pihaknya berharap adanya kajian ini menjadi upaya untuk melindungi nilai budaya yang ada di Kota Probolinggo. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Kota Probolinggo #budaya #Ketan Kratok