GADING, Radar Bromo - Tiga hari sudah Sumitro, 70, warga Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo menahan rasa sakit. Sakit tersebut lantaran sebuah cincin tak bisa lepas dari jarinya.
Untuk mencopotnya, Sumitro pun mendatangi Damkar unit Condong untuk mengevakuasi cincin hingga lepas, Kamis (28/11).
Komandan Regu B Damkar Unit Condong Dedi Sukismawanto mengatakan, korban datang sendiri ke kantor unit condong.
Sebelum datang ke kantor, Sumitro telah berusaha melepaskan sendiri cincin tersebut.
Berbagai cara sudah dilakukan mulai dengan memberi sabun hingga minyak agar lebih mudah melepas cincin.
Tetapi, karena cincin yang melingkar pada jari manis tangan kiri tersebut berukuran kecil, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Jarinya pun membengkak. Lantaran sudah tiga hari menahan sakit, korban Sumitro tidak kuat hingga akhirnya mendatangi kantor damkar untuk mengevakuasinya.
“Korban datang mengaku sakit karena cincin berbahan kuningan itu tidak bisa lepas. Karena ukuran cincin kecil, jari menjadi bengkak lantaran peredaran darah tidak lancar,” kata Sukismawanto.
Petugas yang mengetahui hal itu langsung melihat kondisi jari tangan korban.
Setelah dilakukan pengecekan dan mengetahui kondisi jari petugas akhirnya melakukan evakuasi menggunakan alat pemotong berukuran kecil.
Perlahan cincin dipotong hingga 30 menit kemudian berhasil terbelah.
Perlahan petugas melonggarkan cincin tersebut hingga lepas dari jari. Korban tidak langsung pulang sebab masih menunggu bengkak mereda. Setelah pulih korban langsung meninggalkan Damkar unit condong.
“Tidak ada kendala hanya saja harus berhati-hati saat memotong cincin. Petugas sudah terlatih jadi evakuasi bisa dilakukan dengan lancar tanpa melukai jari korban,” tuturnya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi