KANIGARAN, Radar Bromo- Hujan deras mengguyur Kota Probolinggo, membawa “bencana.” Rabu (27/11), tenda tempat pemungutan suara (TPS) 02 di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ambruk, sekitar pukul 14.00.
Sontak warga yang masih berada di TPS heboh. Beruntung tidak ada yang sampai ada korban. Hanya pakaian sejumlah panitia yang duduk di bawah tenda basah, kecipratan air dari tenda.
“Basah itu bajunya saksi, karena duduk di situ,” ujar salah seorang warga, Winarsih, 40.
Tenda ambruk karena tidak kuat menahan air hujan. Kemudian roboh ketika masih dalam proses penghitungan perolehan suara untuk calon gubernur.
Syukur semua logistik, termasuk surat suara tidak berada di bawah tenda yang ambruk, sehingga dipastikan aman.
Tenda ini memang dikhusukan untuk para saksi dan penyelenggara pemilu. Sedangkan, semua logistik berada di tempat lain.
“Tidak kuat nahan air hujan, jadinya ambruk. Untung logistiknya aman,” ujar petugas keamanan TPS, Suparman, 52.
Penghitungan suara tetap dilanjutkan hingga selesai. Sementara tenda yang ambruk dibiarkan dengan posisinya.
“Nanti setelah selesai, biar gitu dulu. Yang penting tidak mengganggu jalannya acara,” ujar Suparman. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando