LECES, Radar Bromo-Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api (KA) kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo.
Seorang remaja asal Desa/ Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sulthan Maulana Mahdy, 19, ditemukan meninggal dunia, Selasa (26/11).
Sulthan Maulana ditemukan meninggal dengan tangan memegang Alquran tak jauh dari rel kereta api (KA).
Tubuhnya ditemukan di sisi barat rel KA, sekitar 50 meter setelah Stasiun Leces.
Ia diduga tertabrak KA Mutiara Timur, yang berjalan dari Banyuwangi menuju arah Surabaya. Kereta ini sampai di Stasiun Leces sekitar pukul 01.40.
Sesaat setelah KA lewat, warga menemukan jasad korban bersimbah darah sisi barat rel. Tidak ada yang tahu pasti kronologi kejadiannya.
Seorang penjaga Jalur Perlintasan Langsung (JPL) KA 17 Abi Maulana mengaku, saat hendak menutup palang pintu ketika KA Mutiara Timur hendak melintas, ia sekilas melihat ada seseorang tengah duduk menghadap ke barat di sisi jalur KA.
Setelah kereta hendak lewat, Abi sudah tidak melihatnya. Karena tahu KA akan lewat, ia menduga anak itu sudah pindah.
Namun, beberapa saat kemudian Abi mendengar riuh warga yang sudah ramai di TKP melihat kejadian tersebut.
“Kalau mau nutup palang kan saya keluar memastikan tidak ada kendaraan yang lewat, itu sekitar pukul 01.32 itu sekelebat saja saya melihat ada orang yang duduk di situ, tapi saya tidak begitu memperhatikan karena fokus jaga palang,” jelasnya.
Pada pukul 02.15, Polsek Leces datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.
Setelah dilakukan oleh TKP, korban kemudian dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati untuk pemeriksaan otopsi luar.
“Setelah saya sterilkan, kemudian korban dilarikan menuju RSUD Waluyo Jati karena identitasnya belum diketahui, jadi agar lebih dekat ke Polres, maka saya bawa ke sana,” jenis Kanitreskrim Polsek Leces Aipda Andri Okta.
Awalnya pihak kepolisian kesulitan menemukan identitas korban, sebab korban tidak membawa kartu identitas apa pun selain STNK.
Sedangkan, para warga sekitar juga kesulitan mengidentifikasi korban, sebab wajah dan kepala korban rusak akibat kecelakaan.
Pihak kepolisian kemudian melakukan cek sidik jari korban. Identitasnya pun terungkap. Ia warga Desa Leces. Andri mengaku langsung menghubungi kepala desanya.
Kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan korban. Apakah karena fokus menghafal Alquran atau tengah tertidur.
“Belum bisa dipastikan penyebabnya apa, namun kalau menyeberang, itu tidak mungkin jika melihat lukanya,” katanya.
Setelah pemeriksaan, tidak ditemukan adanya luka lain di tubuh korban, selain luka di wajah dan kepala.
Menurutnya, kemungkinan korban sedang jongkok, sehingga wajah dan kepalanya terhantam badan KA. “Kalau duduk, biasa kakinya juga terkena tabrak, sedangkan ini tidak,” katanya. (mg/rud)
Editor : Muhammad Fahmi