LECES, Radar Bromo - Pembangunan bedak sementara Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, terus digarap.
Kini, pembangunan dilakukan di dua titik. Yakni, 1-AB dan 2-AB, sedangkan di lokasi ketiga belum digarap.
Rangka bangunan di lokasi tiga masih dalam proses perakitan. Bedak-bedak para pedagang juga masih berdiri di lokasi pembangunan di titik tiga.
Kondisi ini disebut menjadi kendala pembangunan bedak sementara ini.
Pengawas proyek dari CV Bumi Perkasa Baru Berdi, 40, mengatakan, salah satu kendala pembangunan bedak sementara ini adanya lapak para pedagang.
Mereka belum siap dipindah, sehingga rangka belum bisa terpasang.
“Pedagang bilangnya mau pindah kalau kerangkanya sudah siap dipasang. Karena saat ini masih dirakit, jadi mereka belum mau pindah,” jelasnya.
Alhasil, proses perakitan rangka dilakukan di lokasi lain. Jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi pembangunan di titik tiga.
Di sisi lain, Mutadi, 52, pedagang ayam potong mengatakan, sejumlah pedagang enggan pindah karena lokasi tersebut belum dibangun rangka.
Para pedagang lain akan pindah setelah rangka bangunan hendak dipasang.
Katanya, belum ada lahan kosong untuk para pedagang memindah lapaknya.
“Kami tidak bisa pindah dadakan, sebab harus mengabari pelanggan dulu. Lagi pula tempat untuk pindahnya belum disediakan,” ujarnya.
Menurutnya, pihak pasar (pemerintah) belum menyediakan lokasi untuk ditempati para pedagang selama proses pembangunan bedak sementara di lokasi tiga.
Karena itu, sejumlah pedagang enggan pindah. Terlebih rangka bangunan belum siap dipasang.
“Ini rangkanya juga belum dipasang. Kami mau pindah kalau nanti sudah mau dipasang rangkanya. Tapi, tempat untuk pindah juga harus disediakan agar kami tidak bingung,” katanya.
Pedagang lainnya, Putri, 31, mengatakan, pembangunan bedak sementara ini sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pemerintah.
“Pemberitahuannya telat, tiba-tiba sudah ada orang ngebor di sini. Padahal, kan lapak pedagang masih banyak di sini,” jelasnya.
Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Kepala Pasar Leces Joni. Namun, Selasa (19/11) siang, ketika didatangi ke kantornya di Pasar Leces, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, tidak merespons. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando