DRINGU, Radar Bromo - Kawanan begal kembali membuat waswas warga Probolinggo.
Tiga remaja asal Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dibegal oleh lima pelaku, Sabtu (2/11).
Dari remaja ini, para pelaku berhasil menggondol sepeda motor Honda Beat. Para remaja ini pun hanya bisa pasrah.
Mereka membiarkan para pelaku membawa kabur motor yang mereka kendarai. Kemudian, meminta bantuan kepada warga sekitar lokasi kejadian.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dini hari itu para korban mengendarai satu unit sepeda motor.
Mereka berkendara dari Kota Probolinggo hendak pulang ke rumahnya di Desa Pendil.
Sesampai di sekitar Pantai Bentar, Kecamatan Gending, nahas menimpa mereka. Para remaja ini dihadang begal ketika masuk Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu.
Kepada sejumlah warga, para korban mengaku diikuti para pelaku sejak sekitar 1 kilometer sebelumnya.
Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), korban langsung ditodong dua pelaku menggunakan celurit.
Tak jauh dari tempat itu, ada dua orang lagi diduga kawanan begal. Karena takut dibacok, para korban kabur.
Berlari sekitar 500 meter menuju rumah warga Dusun Parsean, Atim, 52. Mereka meninggalkan motornya. Beat hitam bernopol N 5682 MU itupun raib.
“Saya kebetulan keluar malam itu. Ada yang teriak-teriak, saya pikir siapa, ternyata korban dibegal di jalan menuju tikungan Bentar ini,” ujar Atim.
Menurutnya, kondisi jalanan memang sepi. Sebab, sudah pukul 00.30. Kata Atim, dua korban berlari ke rumahnya dan seorang korban lainnya ke rumah tetangganya, Tohed, 40.
“Saya tidak tahu kejadiannya, habis jaga warung tidur. Riba-tiba ada anak yang dibegal itu satunya kabur ke sini. Katanya dari Jrebeng (Kota Probolinggo) mau pulang ke rumahnya,” ujar Tohed.
Baik Atim maupun Tohed, mengaku tidak sempat menanyakan nama para korban. Dini hari itu, para korban langsung dijemput keluarganya.
“Anaknya masih remaja. Umur belasan. Mungkin SMP atau SMA awal,” kata Tohed.
Menurut sejumlah warga, daerah sekitar Pantai Bentar memang rawan penjahat jalanan. Selain sepi, penerangan jalannya juga minim.
“Lampu di sini mati semua. Pernah hidup di depan Bentar, terus mati lagi. Sepertinya memang ada oknum yang merusak,” ujar warga lainnya, Imas, 43.
Adanya kasus pembegalan ini, ternyata tidak masuk ke kepolisian. Kapolsek Dringu Iptu Anshori mengatakan, tidak ada laporan dari korban. “Tidak ada laporan untuk kejadian tersebut,” katanya. (mg/rud)
Editor : Fahreza Nuraga