PEMERINTAH Desa (Pemdes) Legundi, Kecamatan Bantaran, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa demi kenyamanan warganya.
Hal ini dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan akses warganya. Serta, mendukung peningkatan perekonomian desa setempat.
Pemdes Legundi terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur di desanya. Tahun ini, salah satu yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur adalah pengaspalan jalan.
Ada di dua titik utama yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Pengaspalan ini merupakan bagian dari pembangunan desa tahap kedua yang dilaksanakan pada akhir September 2024.
Lokasi pengaspalan pertama berada di Dusun Krajan. Jalan dengan panjang sekitar 500 meter sebelumnya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kondisi ini mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Selain itu, jalan tersebut juga berfungsi sebagai akses utama menuju Dusun Watu Ewuh dan penghubung menuju Desa/Kecamatan Kuripan.
Lokasi kedua yang mendapatkan perbaikan adalah jalan di Dusun Kapuran, yang juga menjadi akses vital bagi warga yang hendak menuju Kota Probolinggo.
Pengaspalan dilakukan sepanjang 650 meter. Kerusakan di sejumlah bagian jalan ini sebelumnya menyebabkan kesulitan dalam mobilitas sehari-hari, sehingga pengaspalan sangat dinanti oleh warga.
Kepala Desa Legundi, Agus melalui bendahara Desa Saryono mengatakan, pengaspalan di dua lokasi itu dilakukan karena sangat dibutuhkan masyarakat.
Selama ini, jalan di dua lokasi ini sering dikeluhkan warga karena kondisinya yang rusak dan sulit dilalui.
“Kami berharap, dengan adanya pengaspalan ini, akses sehari-hari warga menjadi lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Saryono menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat mendorong perkembangan ekonomi desa. "Dengan akses jalan yang lebih baik, kami optimis perekonomian desa juga akan terbantu, karena masyarakat dapat beraktivitas tanpa hambatan,” katanya
Respon positif datang dari warga setempat yang merasa sangat terbantu dengan pengaspalan ini. Mereka berharap Pemdes Legundi terus berupaya memperbaiki fasilitas umum lainnya di Desa Legundi demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Bangun Jalan Usaha Tani-Plengsengan
Pemerintah Desa (Pemdes) Legundi, Kecamatan Bantaran, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung sektor pertanian di wilayahnya.
Demi meningkatkan akses dan hasil pertanian, Pemdes Legundi pada tahun 2024 ini membangun jalan rabat beton sepanjang 185 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Alas Kluwang.
Jalan rabat beton tersebut berfungsi sebagai jalan usaha tani, yang sebelumnya hanya berupa jalan tanah. Sehingga seringkali menyulitkan akses menuju sawah, terutama saat musim hujan.
Kondisi jalan tanah sebelumnya mengganggu mobilitas para petani saat akan mengangkut hasil panen, dan seringkali tidak aman saat becek atau tergenang.
Kini, dengan adanya jalan rabat beton, petani dapat melakukan kegiatan pertanian dengan lebih aman dan nyaman.
Kepala Desa Legundi, Agus melalui Saryono Bendahara Desa berharap, pembangunan jalan usaha tani itu dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi para petani dalam beraktivitas di sawah, terutama dalam mengangkut hasil panen. “Semoga dengan adanya sarana ini, potensi pertanian di Desa Legundi dapat lebih berkembang,” ungkap Saryono.
Selain pembangunan jalan rabat beton, Pemdes Legundi juga telah melaksanakan pembangunan plengsengan di Dusun Alas Kluwang. Proyek plengsengan ini dibiayai melalui dana hibah dari Provinsi Jawa Timur.
Pembangunan ini untuk mencegah terjadinya erosi dan longsor, terutama saat musim hujan. Hal ini menjadi langkah strategis Pemdes untuk melindungi lahan pertanian warga, sehingga keberlanjutan produksi pangan desa tetap terjaga.
“Dengan adanya plengsengan, kami berharap tanah di area pertanian terlindungi dari risiko longsor yang bisa merusak lahan dan mengurangi produktivitas,” pungkasnya.
Sejumlah tanaman seperti padi, cabai, dan tembakau diketahui tumbuh subur di lahan pertanian Desa Legundi.
Dengan adanya sarana pendukung ini, diharapkan produksi dan kualitas pertanian di desa akan semakin meningkat. Sehingga, memberi dampak positif bagi ekonomi warga dan mengangkat potensi pertanian lokal. (uno/fun/*)
Editor : Abdul Wahid